Sabtu, 22 September 2018 12:39 WIB
pmk

Nasional

Science Techno Park Bisa Kembangkan Ekonomi Berbasis Iptek

Redaktur: Redjo Prahananda

HARTEKNAS-Direktur Kawasan Sains Teknologi dan Lembaga Lainnya, Kemenristekdikti Lukito Hasta Pratopo (kiri). Foto : Kemenristekdikti

INDOPOS.CO.ID - Program pengembangan Science Techno Park (STP) merupakan salah satu program yang digagas pemerintah melalui Nawacita. Program pembangunan kawasan STP sangat strategis untuk menumbuhkembangkan kapasitas ekonomi berbasis iptek secara nasional melalui inovasi yang memberikan nilai tambah pada produk-produk yang dihasilkan. Demikian dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Iptekdikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo saat ditemui di kantornya, Jakarta, (15/8/2018).

Keberadaan STP, lanjut dia, berfungsi sebagai sarana untuk menginisiasi dan mengalirkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi dengan melibatkan unsur akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Sebagai wadah yang dapat memfasilitasi terjalinnya kerja sama antara penyedia dengan pengguna iptek, STP, kata Patdono, didesain untuk menjembatani antara kebutuhan industri dan hasil riset yang berdasarkan pada potensi sumberdaya alam dan manusia, sehingga menjadi solusi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah. Dalam kerangka itu, pemerintah telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan kawasan STP dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 106/2017 tentang Kawasan Sains dan Teknologi.

”Sasaran Perpres untuk mewujudkan koordinasi, sinkronisasi, dan hamonisasi program pembangunan dan pengembangan STP agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara efisien, efektif, terpadu, dan terorganisasi agar dapat meningkatkan perekonomian dan daya saing di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Patdono.

Sebelumnya, dalam Forum STP yang digelar di Pekanbaru Riau, Rabu (8/8/2018) dalam rangkaian Hari Teknologi Nasional (Harteknas ke-23), Direktur Kawasan Sain Teknologi dan Lembaga Lainnya Kemristekdti Lukito Hasta Pratopo mengatakan, memasuki tahun keempat pembangunan dan pengembangan STP, ada beberapa kendala dan tantangan pembangunan serta pengembangan STP. Ini diantaranya persepsi yang belum seragam tentang STP antar K/L, belum optimalnya komitmen pemerintah daerah (pemda) dan perguruan tinggi terhadap dampingan dana dan model kelembagaan, pemotongan anggaran, serta belum maksimalnya implementasi model triple helix dalam pembangunan dan pengembangan STP.

Karena itu, Lukito berharap melalui Forum STP kendala dan tantangan pengembangan dan pembangunan STP dapat diatasi. ”Dalam forum ini saya berharap akan ada kesepakatan yang secara konsisten dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan kawasan STP serta pemetaanpermasalahan yang akan memudahkan penentuan jenis dukungan program dan intervensi yang diperlukan oleh setiap STP,” ujarnya dalam Forum STP yang dihadiri sekitar 40 peserta.

Lukito menambahkan, untuk menentukan dukungan program dan intervensi yang tepat kepada masing-masing STP, diperlukan klasifikasi kematangan ekosistem STP yang dapat memberikan gambaran akurat. Untuk mencapai maksud tersebut, Kemristekdikti telah mengembangkan instrumen untuk pengukuran tingkat maturitas kawasan STP di Indonesia.

Dengan keberadaan instrumen tersebut, selain untuk pemeringkatan maturitas kawasan STP juga digunakan sebagai alat untuk pemeringkat yang akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan STP di Indonesia secara terstruktur dan terukur.

Selain Forum STP dalam kegiatan Harteknas ke-23 yang mengusung tema ‘Inovasi Untuk Kemandirian Pangan dan Energi’ itu juga diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti Pembukaan Kegiatan Ilmiah, Bakti Inovasi 2018, dan International Science Techno Park Development Workshop.

Dalam Pembukaan Kegiatan Ilmiah yang mengusung tema Riset, Inovasi Menuju Era Industri 4.0 hadiri Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Selain meresmikan Gedung Riau Science Techno Park (RSTP) di Kabupaten Kampar, dalam kegiatan Bakti Inovasi 2018 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir juga melakukan Tanam Buah Tropis seperti Durian, Lengkeng, dan Alpukat di Desa Pangkalan Baru Kabupaten Kampar. (adl/aro)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #science-techno-park #kemenristekdikti #iptek 

Berita Terkait

IKLAN