Minggu, 23 September 2018 08:12 WIB
pmk

Headline

Bukan Titipan Kalla

Redaktur:

Komisaris Jenderal Pol Syafruddin dilantik sebagai Men PAN-RB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8). Foto. RAKA DENNY/JAWAPOS

INDOPOS.CO.ID - Mantan Wakapolri Komjen Syafruddin resmi menjabat menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB).  Masuknya nama Syafruddin menggantikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Asman Abnur yang mundur dari jabatan tersebut karena keputusan partainya, yang tidak mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019.

Apa yang menjadi pertimbangan nama mantan ajudan Jusuf Kalla (JK) ini dipilih oleh Presiden Jokowi?  Staf Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin secara tegas menyatakan bahwa pilihan itu didasari atas kemampuan yang dimiliki oleh Syafrudin.

"Pilihan Pak Jokowi karena Pak Syafrudin adalah pimpinan tertinggi di Polri setelah Kapolri yang cakap dalam memerintah dan mengelola manajemen organisasi yang dari sisi kompetensi leadershipnya terukur," ucap Ngabalin saat dikonfirmasi INDOPOS, Rabu (15/8).

Tak hanya itu, sosoknya yang tegas dalam memimpin korps Bhayangkara juga diyakini mampu membenahi departemen yang mengatur disiplin aparatur negara. "Wataknya yang tegas dalam menjalankan prinsip-prinsip sistim pemerintahan kepolisian menjadikan Syafrudin layak menggantikan menteri sebelumnya," jelasnya.

Apakah masuknya Syafrudin ini karena titipan atau kedekatan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)?  Ngabalin membantah itu."Kalau bekas ajudan orang lain apakah tidak boleh dipilih oleh presiden?  Presiden punya hak prerogatif untuk mencopot dan memilih seseorang untuk yang layak menjadi menteri.  Terlebih Pak Jokowi juga bersahabat dengan Pak Sjafrudin," terangnya.

Lebih lanjut,  Ngabalin mengaku bahwa pilihan terhadap Syafrudin sudah dipertimbangkan sejak lama.  "Yakni sejak PAN sebagai partainya Asman Abnur terlihat jauh-jauh hari tidak menunjukkan itikad baik mendukung pemerintah dan pencapresan Pak Jokowi," tegasnya menambahkan.

Senada diutarakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia menjelaskan pilihan terhadap Syafrudin sudah dilakukan dengan didasari pertimbangan cermat. Menurut dia, selama ini ada semacam tim talent scouting atau pencari bakat yang memantau kinerja mereka yang layak masuk ke kabinet. "Ada bagaimana Presiden melihat seseorang, kapasitasnya, berikutnya integritasnya, sehingga saya pikir sudah di pikirkan dengan baik," kata Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko pun menduga alasan mundurnya Men PAN RB Asman Abnur karena sudah tidak nyaman dengan dengan konstelasi politik yang ada. Pasalnya, Asman berasal dari PAN yang kini berada di luar koalisi partai pendukung pemerintah. "Ya mungkin pertimbangan psikologis ya, mungkin ya, karena komposisi dari partai pendukung sehingga merasa tidak nyaman begitu ya," kata Moeldoko. Moeldoko pun membantah kabar ada paksaan terhadap Asman Abnur untuk mundur dari kabinet Jokowi.

Sekadar diketahui, pelantikan Syafrudin sebagai men PAN-RB berlangsung di Istana Negara, Rabu (15/8) pukul 10.09 WIB. Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' dan pembacaan SK pelantikan. Jokowi kemudian membacakan sumpah jabatan yang diikuti oleh Syafrudin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla  hadir dalam pelantikan tersebut. Selain JK, sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pejabat negara lainnya hadir. Antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Menlu Retno LP Marsudi, Menkeu Sri Mulyani, Menkum HAM Yasonna Laoly, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO).

Seusai pelantikan, Syafrudin mengungkapkan dirinya tak mengira ditunjuk Jokowi sebagai men PAN-RB. "Saya tidak mengira. Tadi malam dipanggil Bapak Presiden ke Istana Bogor jam 20.30 WIB," ujar Syafruddin.

Syafrudin mengatakan dirinya akan melanjutkan program kerja yang telah direncanakan oleh Men PAN-RB sebelumnya, Asman Abnur. Lebih lanjut,  dia menegaskan, ditunjuk jadi menteri karena prestasinya."Saya tidak tahu. Yang pasti yang memanggil saya adalah Presiden dan saya tidak pernah dititip-titip. Semua pejabat negara tahu tentang saya," tegasnya.

Dia menilai, dengan sisa waktu sekitar satu tahun, yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan yang sudah ada. "Karena program yang sudah berjalan dengan baik, diapresiasi oleh semua kementerian lembaga," ungkapnya.

Sedangkan terkait posisinya sebagai wakapolri, jenderal bintang tiga itu menceritakan bahwa jabatan itu sudah diserahkan pada selasa malam kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Meski prosesnya masih berlangsung, Syafruddin menegaskan dirinya sudah resmi sipil.

 Asman sendiri mengharapkan  agar capaian-capaian Kementerian PAN-RB dapat terus ditingkatkan. Hal ini untuk menjawab aspirasi masyarakat dan tantangan global yang menuntut birokrasi yang makin responsif dan melayani. ”Saya berharap capaian-capaian Kementerian PANRB dapat dilanjutkan dan terus ditingkatkan,” kata Asman.

Berdasarkan data yang dihimpun , Syafruddin menjabat sebagai wakapolri sejak 10 September 2016 menggantikan Jenderal Budi Gunawan yang menjadi kepala BIN.

Sebelum menduduki jabatan nomor 2 di Polri, Syafruddin menjadi kepala Lembaga Pendidikan Polri (kalemdikpol). Syafruddin menjadi kalemdikpol selama sekitar 3 tahun.

Pria yang lahir di Makassar 12 April 1961 itu juga sempat menjadi wakapolda Sumatera Utara, kapolda Kalsel, dan kemudian kadiv Propam Polri.  Syafrudin menjadi Wakapolda Sumut pada periode 2009-2010. Selanjutnya diangkat menjadi kapolda Kalsel pada 2010 hingga 2012.  Pada tahun 2017, Syafruddin dikukuhkan menjadi wakil ketua umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Mernyusul pelantikan itu, dia tidak hanya mundur  dari jabatannya sebagai wakapolri,  juga mundur sebagai anggota kepolisian. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, surat pengunduran diri Syafrudin sudah dilayangkan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. "Pengunduran diri itu sudah disetujui Kapolri dan kemudian Kapolri sudah mengirimkan surat itu ke Istana yaitu Joko Widodo selaku Presiden," kata Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, (15/8).

Meski begitu, Iqbal mengatakan ia tak mengetahui secara pasti apakah pengunduran diri Syafrudin dilakukan sebelum atau sesudah adanya kabar perihal pengangkatan terhadap dirinya. "Tapi memang sudah ada info bahwa beliau ditunjuk untuk jadi menteri. Otomatis untuk persyaratan itu beliau harus mengundurkan diri. Itu mekanisme yang berlaku di Polri," kata dia.

Sementara itu, pasca-Komjen Syafruddin resmi menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN- RB), posisi wakapolri seperti bakal terisi dengan cepat. Salah satu calon yang namanya terus menguat adalah Irjen Idham Aziz, yang kini menjabat sebagai kapolda Metro Jaya.

Idham Aziz dikenal merupakan sosok yang cocok dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Karir Idham kian menanjak setelah Tito menjadi kapolri, setelah ditunjuk menjadi kadivpropam, Idham langsung menjadi kapolda Metro Jaya.

Kabar bahwa Idham menjadi wakapolri diperkuat dengan munculnya video dari Dankorbrimob Irjen Rudi Sufahriadi. Dalam video yang berdurasi 2 menit 57 detik itu Rudi menyebut bahwa dirinya telah ditunjuk untuk menjadi kapolda Metro Jaya. ”Untuk rekan-rekan anggota di Polda Metro Jaya, dengan ditunjukknya saya sebagai kapolda diharapkan kita bisa dapat bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tuturnya dalam video tersebut.

Video Rudi tersebut sempat muncul di akun instagram Polisi Kita, namun tidak lama kemudian, video itu dihapus dari akun tersebut. Entah mengapa video itu dihapus setelah diunduh.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal mengatakan, untuk pergantian wakapolri boleh saja semua berasumsi atau menerka-nerka siapa penggantinya. Tapi, secara definitif hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan menjabat posisi orang kedua di Polri tersebut. ”Yang pasti ini hak prerogratif Kapolri untuk menunjuk wakapolri,” ungkapnya.

Posisi wakapolri bisa jadi berasal dari perwira tinggi (Pati) bintang dua atau tiga. Bila sudah bintang itu bisa untuk tidak mengikuti mekanisme kepangkatan. “Berbeda dengan Pamen dari Kombespol harus melewati tahapan-tahapan,” jelasnya.

Ada berbagai contoh bila sudah jenderal berbintang langsung loncat bintang. Seperti Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dari Kapolda Metro Jaya dalam sehari diangkat menjadi Kabaharkam. ”Kabaharkam itu kan bintang tiga, setelah itu diangkat menjadi Kapolri. Dalam sehari dua hari,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bila wakapolri berasal dari jenderal bintang dua tentu akan ada efek karambol. Tentunya perlu ada yang akan mengisi jabatan yang ditinggalkan. ”Kalau prediksi saya memang dalam waktu dekat posisi Wakapolri terisi,” terangnya. (dil/JPG)

Perjalanan Komjen Syafruddin Menuju Menteri PAN dan RB

-Wakapolri Komjen Syafruddin dilantik Presiden Joko Widodo menggantikan Asman Abnur, Rabu (15/8)

-          Syafruddin menjabat sebagai Wakapolri sejak 10 September 2016 menggantikan Jenderal Budi Gunawan yang menjadi Kepala BIN.

-          Sebelum menduduki jabatan orang  nomor 2 di Kepolisian, Syafruddin menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol). Syafruddin menjadi Kalemdikpol selama sekitar 3 tahun.

-          Pria yang lahir di Makassar 12 April 1961 itu juga sempat menjadi Wakapolda Sumatera Utara, Kapolda Kalsel, dan kemudian Kadiv Propam Polri.

-          Syafruddin menjadi Wakapolda Sumut pada periode 2009-2010. Selanjutnya diangkat menjadi Kapolda Kalsel pada 2010 hingga 2012.

-          Pada tahun 2017, Syafruddin dikukuhkan menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Posisinya langsung di bawah Wapres Jusuf Kalla yang merupakan ketua umum.

-          Sekitar 14 tahun lalu, tepatnya sejak Oktober 2004, Syafruddin sempat menjadi ajudan wakil presiden kala itu, Jusuf Kalla. Syafruddin menjadi ajudan hingga akhir masa jabatan JK di 2009.

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenpanrb 

Berita Terkait

Tolak Koalisi, Menteri PAN Dicopot

Headline

Beredar Surat Palsu Pembekalan CPNS 2017

Nasional

Honorer K-II Berpeluang Jadi CPNS

Headline

IKLAN