Selasa, 13 November 2018 02:47 WIB
pmk

Headline

Ragu Dukung Jokowi

Redaktur:

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bersama sejumlah pimpinan partai pengusung resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019-2024 di gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). KPU menyatakan pengajuan persyaratan untuk maju sebagai pasangan capres dan cawapres sudah lengkap. FOTO: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin disebut-sebut bakal menemui Habib Rizieq Shihab (HRS) di sela-sela pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Itu mendapat apresiasi dari Persaudaraan Alumni 212 dan pendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

"Bagus. Bagi kami sah-sah saja jika ada dari pihak manapun yang ingin bersilaturahim dengan HRS sebagai saudara sesama muslim," ucap Ketua Umum PA 212 KH Slamet Maarif kepada INDOPOS di Jakarta,  Rabu (15/8).

Dia menjelaskan, tidak hanya Ma'ruf yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), sejumlah elite partai juga banyak yang menemui Rizieq. "Sudah banyak betul tokoh yang datang ke beliau dari berbagai elemen, ormas, dan parpol. Ini berarti menunjukkan eksitensi dan ketokohan HRS," jelasnya.

Lalu,  apakah pertemuan Ma'ruf yang saat ini sudah mendaftarkan diri menjadi cawapres Joko Widodo akan mendapat dukungan dari Rizieq?  Slamet dengan tegas menyangsikan itu.

"Kita tunggu jadi ketemu apa tidak, apa isi pembicaraan nanti, tapi kami yakin betul akan komitmen dan keistiqamahan HRS. Di mana beberapa waktu lalu sudah menyerukan agar di pemilu 2019 nanti umat Islam dapat menenggelamkan "banteng"  dan ganti presiden," tandasnya.

Di tempat berbeda, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga tak mempermasalahkan adanya rencana Ma'ruf yang ingin menemui Rizieq di Makkah. "Saya ucapkan selamat menjakankan ibadah haji. Silaturahim itu bagus, apalagi di kota suci Makkah," ujarnya kepada INDOPOS.

Menurutnya,  hak bagi semua orang untuk berkunjung ke Rizieq. "Tak ada yang bisa melarang. Itu haknya beliau (Kiai Ma'ruf) dan juga hak Habib Rizieq apakah menerima atau tidak. Tapi saya yakin Habib pasti menerima kunjunganya," tutur Mardani.

Meski begitu,  lanjut deklarator gerakan #2019GantiPresiden ini,  pertemuan itu tidak berarti sebagai sinyal adanya bentuk dukungan.

"Tapi saya yakin HRS akan istiqamah dengan prinsipnya yang ingin 2019 ganti presiden," tegasnya.

Anggota Badan Komunikasi dan Informasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade juga tidak mempermasalahkan jika Ma'ruf ingin menemui HRS.

"Saya dukung silaturahim itu sebagai pertemuan anak bangsa. Ini bagus menunjukkan bahwa pemilu 2019 nanti harus berjalan aman dan damai meski berbeda dukungan," ujar Andre kepada INDOPOS.

Andre juga berpendapat pertemuan itu tidak membuat Rizieq mengubah keputusannya yang ingin mengganti presiden di 2019. "Tidak akan berpengaruh. Sangat kuat keyakinan saya bahwa Habib Rizieq komitmen untuk mengganti Jokowi," pungkasnya.

Sementara itu,  pengamat politik dan hukum tata negara Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Agus Riewanto menilai bahwa rencana pertemuan silaturahim Ma'ruf ke Rizieq sarat muatan politik. "Saya kira rencana itu tidak hanya sekadar silaturahim, tapi kental nuansa politiknya," ucap Agus mengawali pembicaraannya kepada INDOPOS.

Karena ketokohan Rizieq sebagai penggerak aksi damai 212, dirinya meyakini pertemuan itu sebagai upaya lobi agar mendukung pencapresan Jokowi-Ma'ruf.

"Habib Rizieq kini tidak hanya milik FPI (Front Pembela Islam),  tapi milik umat Islam khususnya para pendukung aksi 212.  Beliau sebagai magnet dan memiliki daya pikat memiliki massa yang loyal. Jadi pertemuan nanti menjadi amunisi untuk Kiai Ma'ruf yang akan berlaga di Pilpres 2019," jelasnya.

Selain itu, rencana pertemuan itu,  lanjut Agus, juga sebagai bentuk pencitraan bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf juga dekat dengan ulama.

"Langkah ini juga dapat dimaknai sebagai cara jitu agar stigma kubu Jokowi hanya punya basis massa Islam tradisional dan NU melebarkan sayapnya ke kelompok Islam militan perkotaan yang saat ini menggelorakan gerakan 2019 ganti presiden," tandasnya.

Sebelumnya,  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa di sela-sela kegiatannya di Makkah, Ma'ruf akan menemui Rizieq.

"Kami berdoa dan berharap di sela-sela kegiatan nanti Kiai Ma'ruf bisa ber silaturahim dengan Habib Rizieq.  Tidak ada agenda khusus,  cuma silaturahim," ucap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Kantor PBNU (14/8).

Meski begitu,  dirinya tak menampik jika hasil dari silaturahim itu akan berdampak pada dukungan Rizieq ke pasangan Jokowi-Ma'ruf.  "Pastinya kami senang kalau memang Habib Rizieq ikut memberikan dukungan ke Kiai Ma'ruf," harapnya.

Hal itu juga diamini oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang ikut dalam jumpa pers di PBNU.  "Ya harapan (dukungan habib Rizieq)  itu pasti ada,"  ucap Said Aqil. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #maruf-amin #habib-rizieq-shihab #pilpres-2019 

Berita Terkait

Ma’ruf Senam Sehat di Hari Pahlawan

Politik

Tak Cerminkan Sikap Pahlawan

Politik

PD Fokus Menangkan Caleg

Politik

IKLAN