Minggu, 18 November 2018 03:25 WIB
pmk

Nasional

Momentum Kemerdekaan, Jokowi Ingatkan Semangat Persatuan

Redaktur:

Presiden RI Joko Widodo saat menyampaikan pidato pada sidang tahunan MPR 2018,Kamis (16/8) di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.FOTO: CHARLIE/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Hari ulang tahun kemerdekaan ke-73 Indonesia pada, 17 Agustus 2018 besok, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa momentum ini untuk mengingat kembali semangat persatuan Indonesia. Ini telah dibuktikan oleh para pendiri bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Saat itu, semua anak-anak bangsa menyingkirkan perbedaan politik, perbedaan suku, perbedaan agama ataupun golongan hanya untuk mewujudkan Indonesia Merdeka," ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya di Gedung MPR, Jakarta, Kamis (16/8).

Menurutnya perbedaan bukanlah penghalang bagi para pejuang kemerdekaan untuk bersatu. Dalam persatuan perlu menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan juga tetesan keringat. Sehingga dapat menemukan energi yang maha-dahsyat.

"Melanjutkan elan semangat para pejuang kemerdekaan untuk bekerja nyata mengisi kemerdekaan. Berbagi antarsesama anak bangsa. Solidaritas, peduli, dan berbagi antarsesama saudara, satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air," terangnya.

Jokowi pun menegaskan, momentum kemerdekaan tahun ini, mengajak seluruh anak- anak bangsa, untuk kembali pada semangat persatuan Indonesia, kembali pada semangat kepedulian tanpa membeda-bedakan asal usul suku, agama, ataupun golongan.

"Maka Indonesia bukan lagi hanya sekadar nama ataupun gambar sederetan pulau di peta dunia, melainkan menjadi sebuah kekuatan yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia," tukas Jokowi. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jokowi #hut-ri 

Berita Terkait

Presiden Jokowi Resmikan Monumen Kapsul Waktu

Headline

Rekan Jokowi DKI Targetkan 2 Juta Suara Milenial

Headline

Jokowi Akui Ekonomi Sulit Tapi Trennya Positif

Nasional

Ini Alasan Hanura Usung Jokowi

Politik

Jokowi Singgung Tokoh Politik Suka Marah

Nasional

Jangan sampai Melakukan Kesalahan Fatal

Politik

IKLAN