Jumat, 21 September 2018 09:00 WIB
pmk

Headline

Pemulangan Jenazah Shinta Tunggu Penerbangan

Redaktur:

Shinta Putri Diana Pertiwi. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Proses pemulangan jenazah Shinta Putri Diana Pertiwi, mahasiswi Indonesia yang tewas akibat tenggelam di Danau Trebgast, Bavaria, Jerman, Rabu (8/8) lalu, terus disorot. Pasalnya, proses pemulangan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Bayreuth ini kabarnya dipersulit, mulai urusan administrasi sampai biaya pemulangan jenazah. Tak heran, pihak keluarga sempat menggalang dana kepada publik agar bisa memulangkan dara berusia 24 tahun ini ke tanah air. Penggalangan dana ini terpaksa dilakukan lantaran pemerintah dianggap lepas tangan soal proses pemulangan warga Malang, Jawa Timur, ini.

Dikonfirmasi, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Armanatha Nasir membantah pemerintah lepas tangan dalam persoalan tewasnya Shinta Putri Diana Pertiwi.

"Sejak awal KJRI (Kontingen Jenderal Republik Indonesia) di Frankfurt dan Direktorat PWNI (Perlindungam Warga Negara Indonesia) telah membantu menangani kasus meninggalnya WNI di Jerman," kata Armanatha Nasir kepada INDOPOS, Rabu (15/8).

Bahkan sampai sekarang pemerintah melalui KJRI dan Direktorat PWNI masih terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan otoritas di Jerman. Hanya, diakuinya, proses pemulangan jenazah WNI bisa memakan waktu cukup lama karena harus melalui seluruh persyaratan administrasi di Jerman.

"Sesuai dengan aturan di Jerman, jenazah harus melalui beberapa proses sebelum dapat dipulangkan ke Indonesia, seperti otopsi," ujarnya.

KJRI pun dipastikan akan terus membantu pada setiap proses yang harus dilakukan, baik dari segi administrasi maupun biaya. KJRI saat ini juga masih memantau proses pemulangan jenazah agar dapat dipastikan berjalan lancar.

Mengenai perkembangan proses pemulangan jenazah, Armanatha juga menyampaikan segala prosesnya akan segera berakhir. "Kemarin rumah sakit telah sampaikan bahwa otopsi selesai dan KJRI saat ini mengurus sertifikat kematian," ujarnya.

Di samping itu, jenazah juga sedang dipersiapkan untuk proses pemulangan ke Indonesia. Namun tanggal pemulangan masih menunggu availability  penerbangan. "KJRI sedang mencarikan penerbangan untuk pemulangan tersebut," jelas Armanatha.

Sementara itu, Armanatha juga angkat bicara mengenai rumor yang beredar bahwa proses pemulangan jenazah dari luar negeri bisa memakan biaya miliaran rupiah.  Menurutnya persoalan itu tidak akan terjadi sepanjang pihaknya memberikan pendampingan. Pihaknya pun selalu siap memberikan pendampingan terhadap setiap WNI di luar negeri.

"Pendampingan bagi WNI yang membutuhkan bantuan di luar negeri merupakan SOP (Standar Operasional Prosedur)," jelasnya.

Sebelumnya, Shinta Putri Diana Pertiwi dikabarkan tewas tenggelam di Danau Trebgast, Bavaria, Jerman, Rabu (8/8). Danau ini tak jauh dari kampusnya di Universitas Bayreuth.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa #kecelakaan 

Berita Terkait

Busway Terguling di Gatsu

Jakarta Raya

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

IKLAN