Rabu, 26 September 2018 02:04 WIB
pmk

Nasional

Menag Tak Fasilitasi Jamaah Lakukan Tarwiyah

Redaktur:

MENUJU MAKKAH-Calon jamaah haji Indonesia tiba di Bandar Udara Jeddah, Arab Saudi (14/8). AFP PHOTO/AMER HILABI

INDOPOS.CO.ID - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya tidak melarang jamaah yang akan melakukan tarwiyah, tapi juga tidak akan memfasilitasi. Sebab, dalam penyelenggaraan haji pemerintah berpedoman kepada keabsahan ibadah. “Tidak pada afdholiyah atau keutamaan,” ujar Menteri Lukman dalam pernyataan resminya, Rabu (15/8).

Oleh karen itu, dia mengingatkan, bagi jamaah yang melaksanakan tarwiyah harus mempersiapkan kondisi fisik yang prima. Kondisi kesehatan jamaah berpotensi terkuras dan kelelahan karena harus melakukan perjalanan ekstra ke Mina baru kemudian bergabung dengan jamaah reguler lainnya di Arafah.

Padahal saat itu, Mina sebenarnya dalam kondisi yang belum siap ditinggali jamaah. “Karena saat yang bersamaan seluruh muassasah, maktab, dan petugas kami fokus berada di Arafah,” terangnya. Ini menurut Lukman, membuat jamaah tarwiyah rawan dalam aspek keamanan maupun kenyamanan.

“Saya imbau regu dan rombongan serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) memiliki tanggung jawab tinggi kepada jamaahnya yang ikut tarwiyah,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah (amalan sunah pada 8 Zulhijah) dalam rangkaian ibadah haji. Kementerian Agama (Kemenag) pun menyesuaikan hal tersebut.

Sementara itu, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag RI, Lukman memantau kondisi riil di lapangan. Sore menjelang Magrib, Menag mengajak jajarannya untuk salat di Masjidil Haram. Berjalan kaki dari Kantor Daker Makkah yang baru Al Mabrur menuju halte di depan hotel 111, pilihan Menag naik bus salat lima waktu (salawat) rute 7 menuju Terminal Syib Amir.

Perjalanan dari kawasan Syisyah sampai Terminal Syib Amir ditempuh lebih kurang 15 menit. Sesampainya diterminal, Menag langsung menuju kantor Sektor Khusus Masjidil Haram yang berbentuk kontainer.

Sepanjang jalan menuju Kantor Seksus, Menag tak segan menyapa sejumlah petugas yang tak kenal lelah membantu jamaah. Sejurus kemudian, Menag menuju Masjidil Haram, masuk melalui pintu sebelum Marwah yang merupakan area perluasan masjid.

Usai menunaikan Magrib, Menag yang didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono, dan jajaran eselon II Kemenag lainnya bergegas keluar menuju terminal Bab Ali. Tujuannya kali ini Terminal Jamarat. Dari sana Menag memutuskan berjalan kaki 500 meter untuk pulang ke Kantor Daker Makkah.

“Saya sengaja meniatkan diri memantau kondisi sesungguhnya di lapangan, selain kemarin mengunjungi kamar jamaah di hotel dan dapur katering juga tadi pagi lihat secara langsung kondisi klinik kesehatan haji, petang ini saya ingin melihat kondisi sebelum dan sesudah Magrib,” kata Menag usai melaksanakan salat maghrib di Masjidil Haram, Selasa (14/08).

“Alhamdulillah, segala sesuatunya berjalan normal,” sambung Menag yang mengenakan sarung batik.“Layanilah jemaah haji dengan sebaik-baiknya karena anda semua adalah orang yang terpilih untuk melayani tamu Allah di waktu dan tempat yang istimewa,” imbuhnya berpesan di hadapan para petugas. (esy/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenag #haji 

Berita Terkait

Menag Jamin PTSP tanpa Pungli

Banten Raya

Dirjen Bimas Islam: Peran Ulama Menjaga Keutuhan Umat

Nasional

Kuota Haji Penuh hingga 2043

Nusantara

PPIH Banyak Terima Titipan Uang dan Barang

Headline

Masih Ditemukan Sejumlah Persoalan

News in Depth

IKLAN