Rabu, 19 September 2018 12:48 WIB
pmk

News in Depth

BMKG Sebut Ada Pergerakan Suhu Udara, Warga Diminta Tampung Air

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau dan cuaca panas yang melanda Jabodetabek terjadi sampai Oktober 2018. Oleh karenanya masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi penggunaan air tanah.

Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko mengakui, fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Sehingga, penipisan air tanah pun mulai berkurang karena terjadinya penguapan air laut yang sangat tinggi.

“Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada bulan-bulan transisi/pancaroba dan bulan-bulan puncak musim kemarau,” katanya saat dihubungi, Rabu (15/08).

Hary mengatakan, ada faktor yang memengaruhi cuaca panas di Jabodetabek. Di antaranya, meliputi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan gerak menuju ke belahan bumi utara atau sebaliknya, yaitu sekitar Maret dan September. Saat itu matahari berada tepat di atas khatulistiwa sehingga pancaran sinar matahari dan radiasi matahari yang masuk cukup optimal.

“Ditandai hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 33-37,2 derajat Celsius. Ini masih dalam kisaran normal. Suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34-37,5 derajat Celsius,” paparnya.

Selain faktor itu, sambung Hary, ada faktor pendamping memanasnya suhu udara di Jabodetabek. Yakni tampak adanya aliran massa udara dingin dan relatif cukup lembap yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa. Terutama di sekitar Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembapan udara yang 70-60 persen di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukaan.

Sementara, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal menuturkan, suhu udara pada puncak musim kemarau diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius. Puncak itu diperkirakan terjadi pada September 2018. Di mana, penguapan air laut akan turun dipertengahan September mendatang.

Dan karena itu, Herizal mengimbau masyarakat mulai menampung air untuk menghadapi musim kemarau. Dia mencontohkan ada beberapa wilayah yang akan mengalami kemarau. Seperti, Kabupaten/Kota Bogor, Depok, Tangerang Raya dan Jakarta.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemarau-datang-senyum-warga-menghilang #kemarau #bmkg 

Berita Terkait

IKLAN