Selasa, 13 November 2018 11:21 WIB
pmk

Ekonomi

Impor Migas Ikut Sebabkan Defisit Neraca Perdagangan

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa nilai impor Indonesia pada bulan Juli 2018 mencapai USD 18,27 miliar. Atau naik lebih dari 50 persen Juni ke Juli 2018. Pada Juni 2018 impor hanya USD 11,26 miliar. Kenaikan yang pesat itu tidak dapat disusul oleh ekspor. Impor migas disebut-sebut salah satu yang menyumbang impor. Kondisi itu membuat nilai Neraca Perdagangan Indonesia pada Juli 2018 defisit USD 2,03 miliar. Itu dipicu oleh defisit sektor migas USD 1,19 miliar dan non migas USD 0,84 miliar.

Namun jika dicermati, jika saja impor migas tak meningkat terlalu besar, kinerja perdagangan Indonesia masih bisa dibilang ciamik. Hal ini terlihat pada ekspor nonmigas pada Juli 2018 yang tumbuh tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Tren ekspor non migas pun diyakini masih akan tumbuh ke depannya.

Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, untuk mengatasi defisit perdagangan, pemerintah diharapkan meningkatkan produksi migas sendiri. "Salah satunya program peningkatan penggunaan biodiesel dijalankan sesuai rencana," ujar dia, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/8)

Dari sisi ekspor, ia menyarankan perlunya pemberian insentif untuk produk-produk dengan konten lokal yang besar. "Hilirisasi industri juga harus dilakukan secara serius agar produk-produk ekspor bernilai," tambah Hendrawan.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah impor pada Juli 2018 itu naik 62,17 persen dibanding Juni 2018. Kalau dibandingkan Juli 2017 meningkat 31,56 persen.

Melejitnya nilai impor disumbang oleh sektor migas dan non migas. Sayangnya, meroketnya impor ternyata tidak diimbangi dengan kenaikan ekspor. Nilai ekspor Indonesia pada Juli 2018 mencapai USD 16,24 miliar. Walaupun meningkat 25,19 persen dibanding ekspor Juni 2018, namun tetap tidak kalah laju dari impor.

"Kondisi itu membuat nilai Neraca Perdagangan Indonesia pada Juli 2018 defisit USD 2,03 miliar. Itu dipicu oleh defisit sektor migas USD 1,19 miliar dan non migas USD 0,84 miliar," jelas Suhariyanto, di kantornya, Rabu (15/8/2018).

Ia menambahkan, Neraca Perdagangan Indonesia, secara akumulasi sejak Januari-Juli di tahun 2018, mengalami defisit USD 3,03 miliar. Rinciannya, Januari defisit USD 756 juta, Februari defisit USD 52,9 juta, Maret surplus 1,123 miliar, April defisit 1,625 miliar, Mei defisit USD 1,453 miliar, Juni surplus USD 1,706 miliar dan Juli defisit 2,03 miliar. "Kita berharap 2018 ini secara akumulasi bisa surplus. Seperti pada tahun 2017," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #impor-migas #defisit-neraca-perdagangan #bps 

Berita Terkait

IKLAN