Minggu, 18 November 2018 07:21 WIB
pmk

Nasional

BMKG Targetkan Stasiun Pengamatan di Seluruh Wilayah Indonesia

Redaktur: Ali Rahman

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo (kiri) dan Bupati Sintang, Jarot Winarno (kanan) saat meresmikan peluncuran Radar Cuaca Sintang di Kompleks Bandara Tebelian Sintang, pada Kamis (16/8/2018).

INDOPOS.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menargetkan untuk membangun stasiun pengamatan di seluruh wilayah Indonesia. Ini bertujuan agar fenomena cuaca dan non cuaca bisa terdeteksi di seluruh wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo menyatakan, untuk memenuhi target pembangunan stasiun pengamatan itu pihaknya telah meluncurkan radar cuaca di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (16/8/2018).

"Kami ingin membangun stasiun pengamatan di kabupaten dan kota seluruh Indonesia," ujarnya saat meresmikan Gedung dan Operasional Radar Cuaca Sintang di Kompleks Bandara Tebelian Sintang, pada Kamis (16/8/2018).

Pada acara tersebut turut hadir Bupati Sintang, Jarot Winarno, DPRD Sintang, Komandan Kodim 1205 Sintang, Kapolres Sintang, dan Kepala Bandara Sintang, Raja Sintang.

Mulyono mengungkapkan, pembangunan Gedung Radar Cuaca di kawasan Bandara Tebelian Sintang telah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Ia pun menjelaskan bahwa radar cuaca Sintang merupakan radar cuaca milik BMKG yang ke-41 dari 60 radar cuaca yang diperlukan diwilayah Indonesia.

"Radar ini adalah radar jenis C-band Dual Polarisasi, yaitu radar yang dapat memancarkan dan menerima gelombang mikro (mikrowave) secara vertical dan horizontal. Teknologi radar cuaca Sintang adalah yang terbaru dan digunakan pertama ini kali di Bandara Tebelian ini," jelasnya.

Lebih jauh, Mulyono juga menerangkan radar cuaca ini mampu mendeteksi fenomena cuaca dan non cuaca. Fenomena cuaca seperti hujan, badai, petir, salju dan butir es, sementara dan fenomena non-cuaca seperti asap, dan abu vulkanik. Dengan teknologi terbaru, memiliki jangkauan wilayah hingga radius 240 km dan dengan interval waktu pelaporan setiap 10 menit. Ini sangat baik untuk pemantauan potensi hujan secara real time, sehingga sangat berguna dalam proses pembuatan informasi peringatan dini cuaca ekstrem.

Jika rada cuaca dapat memprediksi cuaca lebih detil dan akurat, maka dapat menghindari kerugian pembangunan akibat faktor cuaca ekstrim. Mulyono berharap radar cuaca tersebut dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Saya berharap keberadaan radar cuaca di wilayah ini dapat memberikan konstribusi positif baik bagi masyarakat maupun terhadap pemerintah. Prediksi cuaca sangat penting untuk nelayan, petani, peternak, dan pariwisata. Keempat sektor tersebut adalah kunci pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan laju investasi, serta upaya peningkatan keselamatan masyarakat secara keseluruhan," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sintang mengatakan bahwa kehadiran radar cuaca BMKG sangat penting bagi keselamatan masyarakat. Terlebih, Sintang ini memiliki luas 21 ribu KM dengan luas hutan sebesar 1,2 juta hektar dan memiliki potensi kebarakan hutan yang tinggi.

"Dengan radar cuaca ini kami dapat membantu langkah-langkah manajemen resiko untuk menanggulangi titik titik panas penyebab kebakaran hutan. Saya bersyukur dengan adanya radar cuaca BMKG, dan radar cuaca ini pastinya akan bermanfaat baik bagi masyarakat Kabupaten Sintang” ungkap Bupati Jarot. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bmkg #mulyono-rahadi-prabowo #stasiun-pengamatan #pemkab-sintang #jarot-winarno 

Berita Terkait

Tanah Labil, Rawan Gempa Bumi

Megapolitan

Material Pesawat Bergeser ke Subang

Nasional

DPR RI Desak Bos BMKG Mundur

Headline

IKLAN