Rabu, 19 September 2018 06:13 WIB
pmk

Nusantara

Ketika Merah Putih Gagal Berkibar di Perbatasan, Motaain Yohanes Spontan Lari Panjat Tiang Bendera

Redaktur:

Yohanes Gama Marschal Lau saat memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali tiang yang putus (kiri) Yohanes Gama Marschal Lau saat diwawancarai wartawan. (dok jpg)

INDOPOS.CO.ID - SUASANA upacara pengibaran bendera merah putih saat upacara peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 73 di lapangan upacara pantai Motaain, Jumat (17/08/2018) pagi berlangsung tegang. Seorang bocah bernama Motaain Yohanes Ande Kala yang mencairkan ketegangan.

Bendera merah putih yang siap dikibarkan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tidak berhasil dikibarkan. Ini lantaran tali pengikat bendera merah putih tiba-tiba putus saat paskibara akan mengibarkan bendera merah putih.

Walau demikian, insiden ini berhasil diselamatkan oleh seorang siswa kelas I SMP Negeri Motaain, Yohanes Ande Kala, yang saat itu siaga dalam barisan bersama teman-teman se-sekolah pada upacara HUT proklamasi kemerdekaan ke 73 di Motaai.

Kejadian bersejarah ini terjadi saat wakil bupati Belu J. T. Ose Luan bertindak selaku inspektur upacara di Motaain.

"Paskibrakanya  sudah menyatakan bendera siap, lalu paskibraka tarik tali bendera. Baru ditarik tiba-tiba tali putus. Sehingga bendera merah putih tidak jadi berkibar. Tapi lagu indonesia raya tetap dinyanyikan," jelas Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan usai upacara HUT proklamasi kemerdekaan ke-73 RI.

Menurut Wabup Belu, bendera merah putih berhasil dikibarkan setelah bocah 14 tahun Yohanes Ade Kala secara spontan bergegas dari barisannya dan menuju tiang bendera. Ia kemudian memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang putus.

"Setelah lagu indonesia raya dinyanyikan lalu dari mimbar, saya bilang tolong cari anak-anak yang bisa panjat untuk ambil ujung talinya,” kata dia.

Tiba- tiba Wabup melihat ada anak kecil berpakaian seragam SMP muncul dan menuju tiang bendera, berusaha panjat tiangnya. “Tapi sebelumnya saya suruh dia lepaskan sepatunya. Setelah itu baru anak kecil ini panjat tiang dan ambil ujung tali bendera dari puncak tiangnya," jelas Wabup Belu.

Bendera merah putih dikibarkan lagi tanpa lagu Indonesia Raya oleh paskibraka setelah bocah Yohanes Ande Kala berhasil membawa turun tali bendera merah putih dari puncak tiang bendera.

"Setelah Johni bawa turun tali bendera dengan cara menggigit ujung talinya,  sampai di tanah lalu bendera merah putih kami kibarkan lagi dalam keadaan semua peserta siap tanpa menyanyikan lagu indonesia raya," jelas Wabup Luan.

Sementara bocah 14 tahun kelahiran 2004 lalu ini mengaku, setelah mendengar himbauan wakil bupati Belu, dirinya langsung spontan meninggalkan barisannya dan menuju tiang bendera untuk menjemput ujung tali bendera dari puncak tiang bendera. Johni siswa kelas I SMPN Silawan ini mengakui, kondisi kesehatannya sempat terganggu sebelum mengikuti upacara bendera.

"Sebelumnya saya perut sakit. Tapi untung ibu bidan kasih obat untuk saya minum setelah itu baru pergi ikut upacara," ungkap Johni.

Keputusan untuk memanjat tiang bendera dilakukannya spontan. "Kebetulan saya biasa panjang pohon pinang kelapa dan pohon lainnya. Jadi saya pasti berhasil panjat tiang bendera," ujarnga. (kr5/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #hut-ri #boks 

Berita Terkait

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Mengunjungi Museum Lukisan Tertua di Bali (2-Habis)

Nasional

Hanya dengan Pejamkan Mata Lahir Karya

Nusantara

Kisah Avanza, Bayi Kembar Tiga yang Lahir di Mobil

Nusantara

IKLAN