Selasa, 20 November 2018 09:08 WIB
pmk

Headline

2019 Gaji ASN Naik

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ada sejumlah hal menarik pada RAPBN 2019. Diantaranya, pemerintah akan menaikan gaji pokok aparat sipil negara (ASN)  sebesar 5 persen. Selain itu anggaran untuk penerima  Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta orang, akan dinaikan dua kali lipat. Memasuki tahun politik, tidak lupa anggaran pemilu juga sudah dianggarkan Rp 24,8 triliun. 

Selain itu seperti pernah diberitakan INDOPOS,  Asosiasi Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia, meminta supaya adanya kepastian besaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima,  direspon pemerintah. Pada 2019,  DAU ke daerah sekarang sifatnya final. Hal itu akan membuat daerah menjadi lebih mudah melakukan penganggaran. 

Sementara itu, di dalam RAPBN tahun 2019, belanja negara direncanakan  Rp2,439 triliun. Sedangkan untuk belanja infrastruktur Rp 420,5 triliun.

Untuk pertumbuhan ekonomi, di tengah ketidakpastian global,  pemerintah menargetkan angka yang realitis yakni 5,3 persen. Rupiah diasumsikan Rp 14.400, suku bunga SPN 5,3 persen, harga minyak diasumsikan USD 70 barrel perhari. Dengan lifting minyak 750 ribu barrel perhari.  Sementara lifting gas bumi diperkirakan rata-rata 1.250 ribu barel setara minyak per hari. Perkiraan tingkat lifting tersebut berdasarkan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, penambahan proyek yang akan segera beroperasi, serta rencana kegiatan produksi 2019.

Sementara , Presiden Jokowi,  saat menyampaikan RAPBN 2019,  di sidang tahunan MPR RI, Kamis (16/8) mengatakan, kerja nyata selama empat tahun ini tidak selalu mudah, karena lingkungan ekonomi nasional dan global terus mengalami perubahan yang sangat dinamis. Ini mengharuskan negara menyiapkan diri dengan baik,melakukan antisipasi secara cermat, serta membuat penyesuaian dengan cepat.

"Tantangan demi tantangan kita hadapi, mulai fluktuasi harga komoditas sampai dengan gejolak ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

Akibatnya, saat ini kita menghadapi situasi di mana negara-negara emerging market mengalami tekanan, baik dari sisi nilai tukar maupun dari sisi arus modal masuk atau capital inflow. Bahkan, beberapa negara

emerging market telah mengalami situasi krisis yang dipicu oleh kondisi ekonomi dan politik dalam negeri mereka," jelasnya.

Menghadapi tekanan eksternal seperti itu, pemerintah bergerak cepat untuk menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi. Yakni  dengan terus mendorong daya saing ekonomi nasional, pengelolaan APBN yang sehat dan produktif, serta memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

"Kita juga melakukan langkah-langkah tegas dan konsisten untuk mengendalikan impor,” ujar Presiden.

Selain itu, tambah Presiden, Pemerintah akan terus memacu ekspor dan meningkatkan arus modal masuk dengan menggunakan instrumen fiskal, pemberian insentif. Kemudian, memastikan reformasi perizinan bisa berjalan dengan efektif.

“Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita masih mampu menjaga kinerja ekonomi relatif baik dan stabil. Pertumbuhan ekonomi cukup konsisten tinggi, dari 5 persen pada tahun 2014 menjadi 5,17 persen pada semester I tahun 2018," jelas Jokowi.

Tingkat inflasi rendah, turun dari 8,36 persen pada tahun 2014 menjadi 3,18 persen pada Juli tahun 2018. Kinerja ekonomi tersebut telah mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat.

Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Kemiskinan turun dari 11,25 persen pada tahun 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada tahun 2018. Selain itu, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun dari 0,406 menjadi 0,389. Serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan naik menjadi 71,5 pada tahun 2018.

"Perbaikan indikator kesejahteraan rakyat itu terus kami upayakan di tengah dinamika yang ada. Reformasi fiskal dan struktural yang dilakukan Pemerintah telah mengembalikan Indonesia ke peringkat layak investasi dari seluruh lembaga rating internasional,” tambah Presiden.

Dikatakan, peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business juga meningkat tajam. Naik 48 peringkat dalam tiga tahun terakhir. Logistic Performance Index Indonesia juga naik 7 peringkat dalam periode 2014 - 2018.

“Capaian-capaian tersebut menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus bekerja keras bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gaji-pns 

Berita Terkait

IKLAN