Rabu, 19 September 2018 10:09 WIB
pmk

Jakarta Raya

Apartemen Kalibata City Merah Putih di HUT RI ke-73

Redaktur: Redjo Prahananda

Penghuni Apartemen Kalibata City Merayakan HUT RI Dengan Lomba Makan Kerupuk.

INDOPOS.CO.ID - Pengelola Apartemen Kalibata City tegas membantah isu penurunan paksa bendera merah putih.

General Manajer Kalibata City, Ishak Lopung menegaskan, pengelola tidak melakukan penurunan paksa pemasangan bendera merah putih di salah satu unit apartemen.

"Berita itu tidak benar dan fitnah. Kami menertibkan pemasangan bendera merah putih agar tidak berisiko terhadap penghuni lain dan hanya di satu unit," tegas Ishak, di Jakarta, Sabtu (19/8/2018).

Ishak menjelaskan, pengelola hanya memberitahukan kepada ibu pemilik unit untuk memindahkan bendera ke area lebih aman, di area taman. Karena pemilik unit di lantai 12 CF, memasang tiang bendera di balkon, tepat di bracket AC, sehingga dikhawatirkan, kalau jatuh terkena mobil atau orang dan bisa menimbulkan kecelakaan. 

Pengelola bahkan menawarkan bantuan untuk memindahkan bendera ke area taman karena pemilik unit tersebut ibu paruh baya. Pemilik unit tersebut mempersilahkan pengelola untuk membantu.

Namun berselang sekitar 40 menit, anak dari ibu tersebut, ibu Nyimas menanyakan siapa melepas bendera. Ketika baru akan dijelaskan, ada orang lain yang tiba-tiba memprovokasi seolah-olah pengelola melarang pengibaran bendera. Lalu keadaan semakin tidak kondusif dengan banyaknya penghuni lain yang seakan memperkeruh keadaan. 

Menurut Ishak, sebenarnya selain ibu Nyimas, ada juga penghuni lain yang memasang bendera unitnya namun pemasangannya lebih aman. Salah satunya penghuni di Tower F yang memasang di dalam kaca sehingga risiko jatuh kebawah dan membahayakan dapat diminimalisir. Oleh karena itu, pengelola pun mempersilakan dan tidak menegur pemilik unit.

Selain itu, pengelola Kalibata City justru mempersiapkan serangkaian acara menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke 73. "Hari saja Kalibata City bisa dilihat meriahnya acara 17 agustusan ini. Kami juga orang Indonesia yang bangga dengan merah putih," akunya. 

Sedangkan Kepolisian yang juga telah mengecek kelokasi menegaskan. “Petugas keamanan apartemen Kalibata City hanya menertibkan pemasangan bendera, bukan menurunkan paksa bendera merah putih," tegas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan, di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Menurut Stefanus, penurunan dan penertiban memiliki makna yang berbeda. Apabila sebuah bendera yang terpasang kemudian dicopot, itu penurunan. Namun kalau diatur itu berarti diatur pemasangannya.

Apartemen atau rumah susun punya aturan sendiri, termasuk tata cara pemasangan bendera merah putih dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 73. Memasang bendera di rumah pribadi dengan misalnya di rusun (rumah susun) tentunya berbeda. 

"Jika terjadi masalah, misalnya tiang bendera jatuh dan menimpa penghuni lain lantas siapa yang harus bertanggungjawab. Hal seperti ini mesti diperhatikan juga," tegas Stefanus. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #apartemen-kalibata-city #hut-ri-ke-73 #isu-penurunan-paksa-bendera-merah-putih 

Berita Terkait

IKLAN