Kamis, 15 November 2018 07:18 WIB
pmk

Nusantara

Heboh, Karnaval TK Pakai Baju Mirip Teroris

Redaktur: Redjo Prahananda

Peserta yang memakai pakaian serba hitam dianggap mirip teroris. (Istimewa)

INDOPOS.CO.ID - Warganet dihebohkan dengan beredarnya reaman video karnaval siswa TK di Kota Probolinggo Jawa Timur, Sabtu (18/8). Video tersebut langsung viral setelah salah satu pesertanya disebut memakai pakaian serba hitam yang mirip teroris. Anak-anak polos itu juga menenteng beragam senjata mainan.

Salah satu yang memposting video karnaval tersebut adalah akun Facebook KataKita. Akun tersebut mengritisi pakaian yang dikenakan peserta karnaval.

"Yakin Islam mengajarkan begini? Itu anak-anak lho udah diajari pegang senjata (meski mainan), berpakaian hitam dan ditonton banyak orang. Silahkan tanya psikolog, apa yang akan diperoleh atau ditanam ke anak-anak itu? Bandingkan dengan mainan perang-perangan sesama tetangga dirumah. Pantas 2030 Indonesia diramal bubar, bibitnya udah mulai tumbuh dari sekarang. Karnaval TK di Kota Probolinggo tadi pagi.... #Probolinggo" tulis akun tersebut.

Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Grup, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal megatakan kejadian tersebut memang ada. "Tadi kami sudah panggil Kadiknas dan pihak Kodim untuk menglarifikasi soal pakaian tersebut," jelas Alfian via ponselnya, Sabtu (18/8/2018)..

Peserta yang mengenakan pakaian cadar serba hitam tersebut berasal dari TK Kartika V 69 Kodim 0820 Probolinggo. Dari hasil pertemuan tersebut, Alfian menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan maupun tindakan intoleran dari para peserta.

Namun menurut Alfian, tema karnaval adalah tentang kebudayaan. "Jadi mereka (TK Kartika V 69) cuma berusaha memanfaatkan properti yang sudah ada. Pakaian dan mainan senjata itu sudah lama mereka miliki. Kemudian dimanfaatkan untuk karnaval," tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 tersebut.

Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Probolinggo telah meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut. "Mereka tidak bermaksud untuk intoleran. Semuanya sudah cliear," lanjutnya.

Karnaval sendiri diadakan untuk menyambut HUT RI yang ke-73. Karnaval berlangsung mulai pukul 07.00 WIB. Alfian menyebut total seluruh peserta berjumlah 158 orang se-Kota Probolinggo.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu mengakui bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin karnaval. "Kami hanya membantu pengamanan saja," tukas Alfian.

Alfian mengimbau agar masyarakat tidak larut dalam perdebatan di media sosial. Permasalahan atribut siswa TK Kartika V 69 yang dianggap sebagai identitas teroris sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Tidak ada maksud tertentu, hanya memanfaatkan kostum yang sudah ada. Kami imbau agar semua masyarakat tenang. Masalahnya sudah selesai," pungkas Alfian. (did/jpg/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #karnaval-tk-pakai-baju-mirip-teroris #probolinggo-jawa-timur #hut-ri-yang-ke-73 

Berita Terkait

IKLAN