Sabtu, 22 September 2018 02:47 WIB
pmk

Fokus

Asian Games 2018 Satukan Benua Asia

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pesona Opening Asian Games 2018 di Indonesia Kembalikan Kuwait, Satukan Dua Korea. 1.600 penari membawakan Tari Saman, sebuah tarian legendaris asal Aceh, sambil menyanyikan lagu berjudul "Assalamualaikum". Berlatar panggung megah yang menampilkan pemandangan gunung dan tumbuhan ciri khas Indonesia, mereka menghipnotis 40 ribu penonton yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8/2018) malam. Atraksi kolosal ini menandai dimulainya prosesi pembukaan Asian Games 2018.
--------------------------------
GEMPITA musik penuh energi lalu menyambut delegasi atlet dari 45 negara Asia yang memasuki arena panggung yang spektakuler. Setiap kontingen dipimpin oleh perwakilan yang mengenakan kostum berbentuk burung yang dirancang oleh Dynand Fariz, yang terkenal karena ciptaannya dari parade tahunan Jember Fashion Carnaval.

Saat kontingen Korea masuk, yang merupakan gabungan Korea Utara dan Korea Selatan, penonton menyambut meriah dan tepuk tangan. Pembukaan Asian Games 2018 menjadi momen bersejarah bagi bangsa Korea. Sebab, kontingen kedua negara yang selama ini berseteru itu berparade membawa bendera Korea Bersatu.

Puluhan perwakilan atlet dua negara itu tampak mengenakan atasan berwarna putih dan bawahan biru terang, kombinasi warna yang ditemukan di Bendera Unifikasi Korea. Bendera unifikasi Korea berkibar diiringi langkah para atlet yang berjalan masuk sambil membentangkan tangan ke atas.
Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-Yeon dan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong-nam lantas berdiri bergandengan tangan sambil melambai ke rombongan atlet.

“Kita mencetak sejarah hari ini, karena Korea Selatan dan Korea Utara bergabung dalam satu tim untuk berkompetisi di Asian Games 2018,” kata Ketua Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Fahad Al-Sabah.

Tim gabungan antara Korea Selatan dan Korea Utara dalam Asian Games 2018 sebagai bukti komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang olahraga, khususnya setelah pimpinan dua negara mengadakan pertemuan Mei lalu. Untuk Asian Games, kontingen gabungan Korea hanya mengikuti tiga cabang olahraga, yaitu kano, dayung, dan basket.

Selain fenomena dua Korea, kontingen Kuwait yang harus menerima sanksi dan berada di bawah bendera independen selama beberapa tahun, kini dapat mengikuti kejuaraan dengan mengibarkan bendera dan lagu kebangsaan mereka sendiri.

Sebab itulah, Sheikh Ahmad mengatakan, perhelatan Asian Games ke-18 di Indonesia telah mencetak sejarah baru bagi bangsa Asia. Apalagi, Dewan Olimpiade Asia harus menunggu 56 tahun untuk dapat kembali ke Indonesia. Ini adalah kali kedua Indonesia menyelenggarakan Asian Games, setelah sebelumnya pada tahun 1962 di Jakarta.

"Kami gembira dapat hadir di negara Anda yang indah ini. Penyelenggaraan Asian Games ini (juga) membuat sejarah baru dengan dua kota sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya, yaitu Jakarta dan Palembang. Itu semakin mendekatkan dengan agenda Olimpiade 2020 yang diusung Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach," katanya.

Sheikh Ahmad menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia serta kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah mewujudkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. "Terima kasih untuk waktu dan kontribusi demi kejayaan Indonesia," katanya.
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Erick Thohir merasa tersanjung. Dia mengatakan, bangsa Asia merupakan bangsa yang mencintai keharmonisan dan perdamaian. Indonesia percaya Asia adalah sebuah benua menakjubkan dan sebagai tanah keberagaman dengan jumlah suku dan etnis terbanyak di dunia.

“Kita semua hadir di sini untuk merayakan keragaman, untuk merayakan perbedaan kita, untuk merayakan kemanusiaan kita, dan untuk menyalurkan energi dari bangsa yang beragam untuk menjadi satu kesatuan, harmoni 'The Energy of Asia'," kata Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

Bahkan, Presiden Joko Widodo saat membuka acara olahraga terbesar di Asia itu merasa Indonesia mendapat kehormatan. “Atas nama rakyat Indonesia, kami bangga dan kami merasa terhormat untuk menyambut tamu istimewa dari 45 negara. Dengan Asian Games ke-18, kami, negara-negara Asia, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami bersaudara, kami bersatu dan kami ingin mencapai tujuan kami,” katannya.

Sang presiden, Jokowi, bahkan ikut memukau seisi stadion dengan kemunculannya di arena yang dirancang megah itu dengan mengendarai sepeda motor. Sebuah opening yang penuh kejutan. (riznal faisal)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 #pembukaan-asian-games 

Berita Terkait

Sukses Karate di Asian Games untuk Modal ke Tokyo

Total Sport

Christo Akui Lebih Nyaman Bersama Aldila

Total Sport

IKLAN