Selasa, 25 September 2018 08:44 WIB
pmk

Nasional

Tugas Berat Menanti Kabareskrim Baru

Redaktur: Redjo Prahananda

Wakapolri Komjen Ari Dono dan Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto usai dilantik di Rupatama Mabes Polri, Jumat (17/8/201). Keduanya nampak sedang memberikan keterangan pers kepada awak media. Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Pasca dilantik menjadi  Kepala Badan Reserse Kriminal  (Kabareskrim) Polri, Irjen Arief Sulistyanto diperkirakan akan menghadapi tugas dan tantangan berat.

Karena, dia bukan cuma diminta mengusut kasus-kasus baru melainkan juga menyelesaikan tunggakan-tunggakan kasus lama di Mabes Polri. Arief menggantikan posisi Komjen Ari Dono. Ari kini menempati posisi baru sebagai Wakapolri.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch (IJ), Akbar Hidayatullah, ada dua kasus menonjol yang sampai sekarang belum ada kepastian hukum karena belum dituntaskan oleh Bareskrim. 

Kedua kasus itu yakni, dugaan korupsi penjualan kondensat yang melibatkan mantan mantan Presdir PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Honggo Wendratno dan video asusila yang diduga melibatkan artis Luna Maya dan Cut Tari. 

"Tentu ini yang membuat publik kecewa, dan meyakini bahwa sebenarnya Polri ini benar-benar melakukan reformasi atau tidak," kata Akbar kepada INDOPOS, Minggu (19/8/2018). 

Menurutnya, kasus Luna Maya dan Cut Tari semestinya sudah tuntas ditangani oleh korps bhayangkara, karena sudah lama ditangani penyidik sejak 2010 lalu.

Apalagi kasus ini juga sudah ada payung hukumnya pasca Nazril Irham alias Ariel yang juga tersangkut kasus yang sama sudah diadili di pengadilan.

Bahkan vokalis grup band Noah itu telah selesai menjalani hukuman 3,5 tahun penjara pasca divonis bersalah pada 31 Januari 2011 lalu.

"Jadi, sudah sangat lama mengendap begitu saja, padahal unsurnya terpenuhi dan Ariel sudah menjalani hukuman. Kalau Cut Tari, ada kemungkinan bahwa video tersebut dibuat sebelum ada Undang-undang ITE dan  Pornografi. Makanya beliau mengakui," jelas Akbar yang juga praktisi hukum pidana. 

Soal kasus kondensat, dia menduga kasusnya lamban dituntaskan oleh penegak hukum itu lantaran ada dugaan keterlibatan mafia hukum. 
“Kita menduga bahwa mafia hukum itu masih ada dan nyata kerjanya," jelas Akbar. 

Akbar pun mencontohkan bahwa pihaknya pernah melaporkan salah satu mantan bupati yang merangkap sebagai komisaris di sebuah perusahaan ke Bareskrim Polri, pada 2016 lalu.

Namun karena diduga ada keterlibatan mafia hukum, kasus yang dilaporkannya itu tak kunjung naik ke pengadilan.

Padahal, sudah pernah ada penggeledahan rumah yang bersangkutan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Ditambah ia juga sudah menyertakan bukti-bukti yang kuat terkait kasus yang dilaporkannya itu, yakni soal dugaan korupsi sejumlah proyek strategis milik bupati. 

"Kini, dia sudah jadi wagub terpilih di salah satu daerah di Kalimantan. Ini memprihatinkan, sama halnya dengan kondensat yang sudah bisa P21 kemudian naik ke persidangan," singgung Akbar. 

Dia berharap kepada Irjen Arief Sulistyanto mampu menyelesaikan tunggakan-tunggakan kasus-kasus lama.

Khususnya kasus penjualan Kondensat dan video asusila Luna Maya dan Cut Tari yang sampai kini masih menjadi perhatian publik. 

"Saya harap Kabareskrim yang baru bisa lebih menunjukkan effort dalam reformasi internal dalam bidang penanganan perkara pidana baik pidana umum maupun khusus," harap Akbar.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan mengakui adanya sejumlah kasus pidana yang belum diselesaikan oleh Bareskrim Polri. 

"Saya kira kasus yang belum terungkap di Mabes Polri akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) buat Kabareskrim Baru," kata Edi kepada INDOPOS, Minggu (19/8/2018). 

Dia mengakui kasus penjualan Kondensat dan video asusila Luna Maya dan Cut Tari merupakan kasus yang paling disorot oleh masyarakat. "Masyarakat akan tetap tagih untuk pengungkapannya," jelasnya. 

Meski begitu, mantan anggota Kompolnas ini meyakini kedua kasus yang menunggak itu akan secepatnya diselesaikan oleh Kabareskrim Polri yang baru. 

"Saya yakin Pak Arief mampu membongkar kasus tersebut. Kasih kesempatan buat Kabareskrim kerja," pungkasnya.

Sementara itu, saat dilantik sebagai Kabareskrim Jumat (17/8/2018) lalu, Irjen Arief Sulistyanto menyatakan akan secepatnya melakukan inventarisir terhadap kasus yang sedang dan akan ditangani oleh Bareskrim Polri. "Kita akan audit dulu," jelas mantan Asisten Sumber Daya Manusia (ASDM) Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kabareskrim #irjen-arief-sulistyanto 

Berita Terkait

IKLAN