Kamis, 15 November 2018 03:25 WIB
pmk

Nasional

Mulai September, Biodiesel B20 Tidak hanya untuk BBM PSO

Redaktur:

Foto: Deri Akhirianto/Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Penggunaan Biodisel 20 persen (B20) akan berlaku efektif mulai 1 September 2018. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pemanfaatan B20  tidak hanya diterapkan untuk bahan bakar  PSO atau subsidi. Namun juga untuk solar yang dijual tanpa subsidi.

"Yang sekarang berjalan baru B20 yang PSO. Seperti di SPBU. Nah pada

1 september 2018  akan diberlakukan B20 untuk PSO  dan non PSO. Baik alat transportasi angkutan, alat berat laut, pertambangan, kereta api, bahkan alat angkutan militer," ujar Darmin, di acara Seminar Nasional Sawit Nasional, yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Untuk diketahui, Pemerintah akan menerapkan kebijakan untuk memperluas penggunaan bahan bakar dengan campuran 20 persen biodiesel (B20). Baik untuk penggunaan pada Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO. Implementasi Mandatori Biodiesel B-20 merupakan salah satu upaya untuk menghemat devisa negara.

Lebih lanjut Darmin mengatakan, BPDPKS, mengelola dana untuk disalurkan membiayai B20. Menurut Darmin, kelapa sawit bukan hanya komoditi pertanian. Tapi juga menyangkut makanan, industri, energi dan sebagainya.

"Kelapa sawit adalah, satu diantara sedikit komoditi andalan Indonesia. Persoalan kelapa sawit boleh dikatakan sudah menyangkut persoalan pembangunan di Indonesia," jelas Darmin.

Karena di sektor kelapa sawit,  begitu banyak jumlah tenaga kerjanya. Baik itu yang bekerja di perkebunan, pengolahan produk, distribusi dan perdagangannya.

Pemerintah sedang memperkuat standarisasi dan sertifikasi kelapa sawit.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan BPDPKS  merupakan salah satu bentuk kolaborasi dengan dunia usaha.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengatakan pihaknya  mendukung program perluasan segmen Mandatori Biodiesel B20 yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Sekaligus menghemat cadangan devisa negara. Dukungan BPDPKS tersebut antara lain dilakukan dengan menyiapkan dana insentif yang diperlukan untuk memproduksi biodiesel.

"Kami telah menyiapkan dana untuk perluasan segmen Mandatori Biodiesel B-20 yang diharapkan mampu menyerap kelebihan suplai produk sawit di pasaran,” ujar Dono Boestami.

Ia menambahkan, dalam rangka pemanfaatan biodiesel, selama tahun 2017 BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 2,3 juta kilo liter biodiesel. Sementara itu, sampai dengan semester I/2018, BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 1,1 juta kilo liter biodiesel.

Menurutnya, setidaknya terdapat dua manfaat yang bisa diperoleh dari program mandatori biodiesel. Pertama, mendukung kebijakan energi baru dan terbarukan, melalui bauran energi Indonesia yang akan mendorong terciptanya ketahanan energi nasional. Kedua, mendukung terciptanya stabilisasi harga crude palm oil (CPO), melalui pengaruh pengendalian permintaan dan penawaran sawit dan produk turunannya.

Program Mandatori Biodiesel diharapkan juga menjadi solusi untuk mengatasi kelebihan pasokan sawit akibat menurunnya ekspor CPO karena tensi pasar global yang sedang tinggi. Pada Mei 2018 produksi CPO tercatat 4,24 juta ton atau naik 14 persen dibandingkan April yang hanya 3,72 juta ton.

“Kelebihan pasokan dimungkinkan untuk diserap melalui program Biodiesel karena saat ini utilisasi produksinya baru mencapai 30% atau setara 3,5 juta kilo liter per tahun dari total kapasitas terpasang. Ini menunjukkan serapan produksi biodiesel domestik sangat mungkin untuk ditingkatkan,” jelas Dono.

Ia menambahkan, selama 2017, BPDPKS berhasil menghimpun dana sebesar Rp14,2 triliun. Sementara, hingga semester I/2018, dana yang dihimpun tercatat mencapai Rp6,4 triliun. Dari sisi pengembangan dana, pada 2017 BPDPKS membukukan pendapatan dari penempatan dana sebesar Rp505 miliar, sementara sampai dengan semester I/2018 mencapai Rp380 miliar.

"Dari jumlah tersebut, BPDPKS telah melaksanakan penyaluran dana sebesar Rp10,6 triliun di tahun 2017 dan sebesar Rp4,4 triliun pada semester I/2018," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bbm #biodiesel-b20 

Berita Terkait

Pembatalan Dinilai Politis

Nasional

Terminal BBM Donggala Mulai Salurkan BBM

Nasional

IKLAN