Megapolitan

Kemarau, Warga Cibarusah Andalkan Kali Cipamingkis

Redaktur:
Kemarau, Warga Cibarusah Andalkan Kali Cipamingkis - Megapolitan

Kemarau-Kali Cipamingkis di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai kering. Deny Iskandadar/indopos

INDOPOS.CO.ID - Warga tiga desa di Kecamatan Cibarusah harus bertahan hidup dari Kali Cipamingkis. Sebab, satu kali lainnya yakni Kali Cihoe sudah tidak dialiri air alias sudah mengering sejak beberapa pekan lalu.

"Sumber air untuk tiga desa hanya di Kali Cipamingkis. Karena sungai lainnnya seperti Kali Cihoe sudah kering," kata Camat Cibarusah, Enop Can, Minggu (19/8).

Enop memgatakan, ketiga desa yang masih mengandalkan sumber air dari Kali Cipamingkis diantaranya Desa Ridhogalih, Desa Ridhomanah dan Desa Sirnajati. Namun, air yang didapat dari sungai itu hanya cukup untuk mencuci. Melainkan bukan untuk kebutuhan air bersih."Kalau air bersih mereka tetap mendapat bantuan dari pemerintah daerah," ujarnya.

Sayangnya, Enop belum bisa memprediksi sampai kapan air di Kali Cipamingkis masih mengalir. Hanya saja, kata dia, bila musim panas ini terus terjadi sampai jangka waktu lama, tidak menutup kemungkinan sumber air itu juga akan kekeringan. "Saya tidak bisa memprediksi sampai kapannya. Yang pasti air masih mengalir di Kali Cipamingkis," imbuhnya.

Menurut dia, kekeringan yang terjadi di Kecamatan Cibarusah adalah masalah lama. Karena hampir setiap tahun kekeringan ini dialami seluruh kepala keluarga. Meski begitu pemerintah daerah terus memberi bantuan air bersih sampai sekarang. "Air bersih itu biasanya diberikan untuk keperluan minum. Karena itu yang dibutuhkan masyarakat sekarang," paparnya.

Menurut dia, bantuan yang selama ini diberikan ke seluruh warga Kecamatan Cibarusah berasal dari Perusahaan Daerah air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi. Bahkan, aliran air bersih itu sudah mencapai 160 liter per detik. "Meski air dari PAM tapi penyaluranya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Seperti yang diketahui, wilayah yang terjadi kekeringan di Kecamatan Cibarusah meliputi tiga desa yakni Desa Sirnajati yang dihuni 638 kepala keluarga, Desa Ridhogalih dihuni 1.216 kepala keluarga dan Desa Ridomanah dihuni 805 kepala keluarga.

Sementara itu, Kasubag Hukum dan Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Yusmed mengaku, penyaluran air bersih ke daerah kekeringan masih dilakukan. Bantuan itu diberikan ke BPBD kemudian disalurkan ke masyarakat yang mengalami kekeringan. "Kita hanya suplai air kalau pemetaan wilayah kekeringan ada di BPBD," ujarnya.

Dia berharap, masyarakat kota maupun Kabupaten Bekasi berhak menerima bantuan air bersih. Namun, pihaknya tetap harus mendapat rekomendasi dari kelurahan setempat. "Jadi kalau ada yang ingin mendapat bantuan saluran air bersih harus lapor ke kelurahan. Karena pemetaan wilayah oleh mereka," tandasnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Korban Dampak Kekeringan Gunung Kidul Capai 127.977 Orang

Headline / Ketimbang tak Bisa Ditanami, Beberapa Petani Alih Pekerjaan

Daerah / Musim Kemarau di Jabar hingga Oktober 2019

Megapolitan / Pemprov DKI: Jangan Bakar Sampah

Megapolitan / Harga Melonjak, Pedagang Cabai Angkat Bicara

Headline / Musim Kemarau, Harga Sayuran Wow


Baca Juga !.