Jumat, 16 November 2018 08:53 WIB
pmk

Politik

Koalisi Indonesia Kerja Kesulitan Cari Ketua Tim Pemenangan

Redaktur:

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bersama sejumlah pimpinan partai pengusung resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019-2024 di gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). KPU menyatakan pengajuan persyaratan untuk maju sebagai pasangan capres dan cawapres sudah lengkap. FOTO: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin kesulitan menetapkan siapa sosok ketua tim pemenangan. Pasalnya, koalisi yang terdiri dari sembilan partai politik itu belum dapat menemukan figur yang cocok. Bahkan, saat diserahkan ke KPU kemungkinan posisi ketua tim masih dikosongkan.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam waktu dekat segera diumumkan. ”Ya nanti kita lihat banyak kandidat yang bagus,” kata Hasto di rumah Cemara, Jakarta, Minggu (19/8).

Terkait ada tiga nama yang akan jadi kandidat, yaitu Mantan Wakil Ketua BIN As’ad Said Ali, Din Syamsudin, dan Chairul Tanjung, Hasto enggan membeberkan. Hingga saat ini dia akan mencari kandidat yang merangkul rakyat. ”Ada beberapa nama yang nanti kita serahkan kepada Pak Jokowi. Yang penting seluruh bangunan organisasi tim kampanye telah bekerja, konsentrasi utama pembentukan tim kampanye daerah, karena waktu juga cukup panjang,” imbuhnya.

Hasto pun menjelaskan, akan menyerahkan struktur tim kampanye pada Senin (20/8). Namun, posisi ketua tim kampanye hingga besok belum akan diserahkan kepada pihak KPU. ”Ya tanpa nama ketua dulu. Yang penting organisasi berjalan. Tapi kemudian juga kami lengkapi nantinya dengan juru kampanye,” tuturnya.

Menurut Hasto, koalisi ini juga akan melibatkan para kepala daerah dan calon legislatif. ”Ada tokoh-tokoh, para anggota dewan karena ini serentak Pileg dan Pilpres sehingga keterlibatan calon anggota dewan sangat penting sebagai juru kampanye nasional,” bebernya.

Hasto menjelaskan, kepala daerah yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilibatkan sebagai juru kampanye nasional agar kekuatan pemenangan lebih kuat. Cara tersebut adalah untuk memperkuat mesin politik. ”Cukup banyak karena kita belajar dari periode pertama faktor legitimasi rakyat memerlukan dukungan dari parlemen, memerlukan dukungan dari seluruh kepala daerah. Sehingga asosiasi kepala daerah dari koalisi Indonesia kerja ini sangat kuat untuk menggerakkan mesin politik di lapangan,” paparnya.

Ditambahkan, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, penetapan ketua tim pemenangan masih menunggu penunjukkan dari Jokowi. ”Karena prinsipnya kan partai-partai KIK juga menyerahkan kepada beliau (Jokowi, red) siapa yang dianggap paling pas untuk mengomandani ketua tim pemenangan,” kata Arsul saat dikonfirmasi, Minggu (19/8).

Arsul memperkirakan rencananya Jokowi akan menetapkan keputusannya pekan ini. ”Insya Allah awal minggu depan ini,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate menuturkan, sosok ketua tim sukses tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Jokowi dan Ma'ruf. ”Pada prinsipnya, partai-partai menyerahkan ke Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf sebagai pasangan calon yang akan memilih ketua Tim Kampanye Nasional (TKN, red) mengingat bahwa TKN adalah tim sukses pasangan calon presiden dalam hal ini Pak Jokowi dan Ma'ruf,” kata Johnny saat dihubungi, Minggu (19/8).

Meski begitu, ia menuturkan, diskusi dengan partai koalisi terkait kriteria umum dari ketua tim pemenangan tersebut selalu dilakukan. Ia menargetkan, nama ketua tim tersebut sudah dapat disampaikan ke publik selambat-lambatnya dalam pekan depan. ”Pak Jokowi mendapatkan persetujuan dari parpol koalisi (untuk menentukan ketua tim kampanyenya, Red), namun tentu selalu ada diskusi dengan partai koalisi setidaknya terkait dengan kriteria umum dari Ketua TKN. Dalam waktu dekat Ketua TKN akan ditentukan dan paling lambat awal minggu depan sudah dapat disampaikan pada publik,” sebutnya.

Johnny menegaskan, tim kampanye Jokowi-Ma'ruf akan lebih ramping namun tetap efektif. Tak hanya itu, pihaknya pun menyiapkan tim untuk menangkal kampanye hitam dan juga hoax. ”Tim Kampanye Nasional akan lebih ramping namun efektif dalam orkestra pemenangan pilpres dan akan tetap menjaga agar kemeriahan Pilpres terap mewarnai kontestasi demokrasi 2019. Kami juga menyiapkan tim penangkal kampanye hitam, hoax dan kampanye yang merendahkan martabat bangsa,” ujar Johnny. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #menuju-istana-presiden 

Berita Terkait

IKLAN