Selasa, 25 September 2018 08:24 WIB
pmk

Hukum

OTT Tim Saber Pungli, Kapolres Kediri Diduga Nikmati Uang Pungli SIM

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Praktik pungutan liar alias pungli dalam pengurusan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Kediri berhasil dibongkar Tim Saber Pungli Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur. Modusnya, para pelaku menarik biaya pembuatan SIM di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang sudah ditetapkan. Biayanya bervariasi mulai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu untuk satu SIM.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, aparat Tim Saber Pungli meringkus lima orang calo yang masing-masing berinisial HA, AL, BU, DW, dan YU. Dari OTT itu, Tim Saber Mabes Pungli juga mengamankan uang sebesar Rp 71,17 juta. Rinciannya, uang senilai Rp 40 juta diamankan dari AKBP EH yang merupakan uang pungli SIM selama sepekan terakhir.

Dalam pemeriksaan, kelimanya mengaku bekerjasama dengan orang dalam di Satpas SIM Polres Kediri. Caranya, setiap hari mereka menyetorkan uang pungli kepada seorang PNS berinisial AN.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan memang benar telah dilakukannya OTT di kantor Satpas SIM Polres Kediri tersebut. OTT digelar Tim Saber Pungkli Mabes Polri pada Sabtu (18/8/2018).

"Kami masih menunggu apakah kasus ini diserahkan ke Polda Jatim atau tidak. Saya sudah menghubungi Kabid Propam, tapi sampai sekarang belum diinformasikan kasusnya kepada kami," jelas Barung, Senin (20/8/2018).

Namun Barung menegaskan, pihaknya akan transparan terhadap penanganan kasus ini. Menurutnya, selain lima orang yang tertangkap tangan, sudah ada enam orang saksi yang diperiksa.

"Transparansi ini bagian dari birokrasi dan clean government. Sampai sekarang kami masih menunggu. Kami akan patuh dan tunduk terhadap apa yang sudah dilakukanMabes Polri," tandasnya.

Dari sumber kuat di Polda Jawa Timur, diketahui AN mengaku kalau uang setoran yang diperolehnya setiap hari dari lima calo yang ditangkap itu selalu dilaporkan kepada Baur SIM Bripka IK. Selanjutnya Bripka IK merekapitulasi laporan tersebut secara mingguan, dan diduga dibagi rata kepada pejabat utama. Mulai dari Kanit Regident, Kasat Lantas, hingga Kapolres Kediri.

Diketahii pula kalau setiap anggota Satpas SIM Polres Kediri menerima jatah uang sebesar Rp 300 ribu per hari. Sedangkan Kasat Lantas Polres Kediri AKP FT diduga menerima Rp 10 juta hingga Rp 15 juta setiap pekan. Sedangkan Kapolres Kediri AKBP EH diduga menerima Rp 40 juta hingga Rp 50 juta setiap pekan.

Namun selama dua minggu terakhir, Kasat Lantas Polres Kediri belum menerima setoran tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kegiatan. Sehingga uang setoran dua minggu terakhir dipakai untuk operasional kantor oleh Bripka IK. (did/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ott-tim-saber-pungli #kombes-pol-frans-barung-mangera 

Berita Terkait

IKLAN