Minggu, 23 September 2018 03:59 WIB
pmk

Headline

Jamaah Masjid Namirah Balikpapan Rayakan Idul Adha Besok

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto ilustrasi. Sholat Ied di Masjid Istiqlal Jakarta. (dery ridwansah/jpc)

INDOPOS.CO.ID - Meski pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha dilaksanakan pada rabu (22/8/2018). Namun ada sebagian masyarakat yang melaksanakan hari raya lebih dulu.

Salah satunya di Masjid Namirah Balikpapan Baru Balikpapan, Kalimantan Timur. Jamaah masjid tersebut akan menggelar salat Idul Adha pada Selasa (21/8/2018). 

Ketua Yayasan Namirah Gatot Subandono menyebut, pihaknya tidak bermaksud ingin berbeda dan tidak ada pengaruh dari kelompok tertentu. Menurutnya, ibadah ini semata-mata soal keyakinan dan bukan ikut-ikutan. Namun, aturan penetapan hari raya Idul Adha ini menyesuaikan Alquran dan hadis, serta ahli sunah.

"Penetapan pada hari Selasa semata-mata mengikuti waktu aktivitas wukuf dalam ibadah haji. Bukan juga mengikuti kebijakan Arab Saudi, tapi aktivitas kegiatan haji di sana," ucap Gatot kepada Jawa Pos Group di Balikpapan Kaltim, Minggu (19/8/2018).

Ia berharap, perbedaan ini dapat ditanggapi secara positif sebagai sebuah khasanah untuk umat muslim. Apalagi masing-masing memiliki dalil.

"Kami harap ini bisa diterima oleh kaum muslimin sebagai sesuatu yang lumrah. Hal yang penting persatuan umat tetap terjaga," ujar Gatot.

Sementara itu, Kepala Seksi Dakwah Masjid Namirah, Tono Heriyadi Atma menjelaskan, dalil penetapan Idul Adha mengikuti waktu wukuf. Penetapan ini baru saja dilakukan setelah ada penentuan waktu wukuf di Arab Saudi.

Ia mengaku, sebelumnya pengurus masjid sejak bulan lalu sudah merencanakan pelaksanaan hari raya Idul Adha pada Rabu (22/8). Termasuk mengundang khatib dari luar Kalimantan yang dijadwalkan datang pada Rabu (22/8/2018).

"Namun begitu ada perubahan 1 Zulhijah di Arab Saudi, kemudian kami mengikuti waktu wukuf itu," kata Tono.

Sebagai informasi, Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1439 H jatuh pada Selasa (21/8/2018). Sedangkan hari Arafah jatuh pada Senin (20/8/2018).

Penetapan ini menyesuaikan dengan hari pertama bulan Zulhijah yang jatuh pada Minggu (12/8/2018), pekan lalu. Semua keputusan tersebut berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Mahkamah Agung Saudi pada Sabtu (11/8/2018).

Konsultan Yayasan Namirah Ari Prabowo mengungkapkan, perbedaan perayaan Idul Adha adalah hal yang biasa. Tidak terjadi kali ini saja, beberapa waktu lalu juga pernah.

Dia berpendapat, semua keputusan baik dan mempunyai dasar serta rujukan. "Namun Pengurus Masjid Namirah sendiri murni memiliki alasan karena mengikuti waktu wukuf di Arafah. Kondisi ibadah kaum muslimin yang melakukan wukuf," jelasnya.

Nantinya, puncak ibadah haji 2018 akan dilaksanakan pda hari Senin atau pada hari Arafah, ketika jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan muhasabah.

“Sehingga puasa sunah Arafah nanti juga pas. Arab Saudi juga melaksanakan hari raya pada Selasa," bebernya.

Rencananya, Masjid Namirah akan melangsungkan kegiatan salat Idul Adha di Halaman Ruko Mal Fantasi Junction Balikpapan Baru, pukul 06.00 WITA. Ustad Muhammad Nurussobah selaku founder Salima Dakwah Channel akan menjadi khatib salat.

Sementara itu, pemerintah Indonesia berbeda dalam menetapkan 1 Zulhijah 1439 H yang jatuh pada Senin (13/8). Artinya, 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu (22/8).

"Bulan Zulqa'idah 1439 H kita sempurnakan, dengan cara istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian tanggal 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018, dan 10 Zulhijjah 1439 H jatuh pada Rabu 22 Agustus 2018,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Muhammadiyah Amin. (ce1/est/jpc/ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #hari-raya-idul-adha #idul-adha #masjid-namirah-balikpapan #gatot-subandono 

Berita Terkait

Presiden: Idul Adha Momentum Berbagi untuk Lombok

Headline

Best Western Mangga Dua Rayakan Idul Adha

Jakarta Raya

Momentum Idul Adha, Lulung Kurban 31 Ekor Sapi

Jakarta Raya

IKLAN