Senin, 19 November 2018 04:17 WIB
pmk

Politik

Hacker Minta Bawaslu Mengusut Dugaan Mahar Sandi

Redaktur: Redjo Prahananda

Screen shoot laman bawaslu.go.id yang dibuka INDOPOS pada pukul 20.10 WIB.

INDOPOS.CO.ID - Laman resmi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali diretas. Kali ini laman dengan alamat bawaslu.go.id diretas akun bernama @kakekdetektif.

Sewaktu INDOPOS membuka laman tersebut pada pukul 20.10 WIB, tampak tampilan atas website telah dipenuhi dengan tulisan-tulisan provokatif dan gambar.

"Trik busuk Sandiaga Uno tipu partai koalisi keumatan, #JenderalKardus. Capres Penghianat, Cawapres Mahar, koalisi tanpa iman," tulis hacker tersebut di website milik badan penyelenggara tersebut.

Lebih lanjut, @kakekdetektif meminta agar Bawaslu harus berani mengusut dugaan mahar Rp 1 triliun Sandiaga Uno kepada partai PAN dan PKS terkait dengan pasal 228 UU Tahun 2017. Bahwa partai politik dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun.

Selain itu, hacker juga mencantumkan gambar disertai meme bakal cawapres Sandiaga Uno yang berisi skema politik dugaan mahar tersebut dijalankan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar baru mengetahui, website milik Bawaslu diretas. Menurut Fritz, tim Teknologi Informasi (TI) sedang memperbaiki. “Terimakasih, sedang kami bereskan," kata Fritz kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Senada, Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja baru mengetahui adanya peretasan di websitenya. "Iya, saya cek dulu," kata dia.

Bawaslu telah memanggil pengadu dan saksi terkait dugaan mahar politik Rp 1triliun diduga dari Sandiaga Uno.

Namun, hingga kini baru pengadu dari Federasi Indonesia Bersih (Fiber) telah memberikan keterangan. Sedangkan, Andi Arief belum memenuhi panggilan dari Bawaslu. “Pengadu telah memberikan keterangan dia," jelas Rahmat Bagja. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #mahar-politik #bawaslu-ri #fritz-edward-siregar 

Berita Terkait

IKLAN