Rabu, 21 November 2018 05:12 WIB
pmk

Headline

Merasa Aneh, DPR Dorong Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Presiden Joko Widodo mengaku, tak penting menetapkan bencana gempa Lombok sebagai bencana nasional. Bagi Presiden, yang terpenting sekarang adalah memaksimalkan penanganan langsung di lapangan.

"Yang paling penting menurut saya bukan ditetapkan atau tidak ditetapkan (status bencana nasional). Yang paling penting adalah penanganan langsung di lapangan, bahwa pemerintah pusat total memberikan dukungan penuh bantuan, kepada, baik kepada pemprov, pemkab dan tentu saja yang paling penting kepada masyarakat. Intinya ke sana," kata Presiden Jokowi, kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/8/2018). 

Presiden memastikan, akan terus memantau perkembangan situasi di Lombok, akibat dari gempa yang tak henti-hentinya terjadi.

"Saya ikuti terus kok. Setiap menit saya ikuti terus. Tadi malam dapat info dari sana (Lombok). Mungkin enggak tahu kapan. Saya mau mengatur waktu lagi (pergi, red) ke Lombok," tegas Jokowi.

Presiden mengaku, sedang mempersiapkan instruksi presiden (Inpres) tentang penanganan dampak bencana gempa bumi di Lombok. 

"Ini baru disiapkan Inpresnya," ujar Jokowi. 

Jokowi mencoba menjawab sorotan sejumlah kalangan, terhadap sikap Pemerintah Pusat yang belum juga menyatakan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Padahal jumlah korban meninggal sudah ratusan orang, begitu juga dengan dampak lainnya.

Sementara, DPR sebagai lembaga wakil rakyat, akan mengkaji gempa di Lombok untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung pemerintah, bila gempa Lombok ditetapkan sebagai bencana nasional. 

Politisi Partai Golkar itu tak memungkiri, gempa susulan yang terus terjadi di Lombok telah menelan banyak korban jiwa. "Melihat bencana yang bertubi-tubi hampir lebih dari 800 kali gempa. Kalau hari ini, besok, atau lusa pemerintah menyatakan Lombok bencana nasional, maka DPR akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah," kata Bamsoet kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/8).

Bamsoet berusaha memaklumi mengapa pemerintah belum juga menaikkan status Lombok menjadi bencana nasional. Menurut dia, ada kekhawatiran soal kunjungan pariwisata.

Sementara Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid juga menyatakan, pemerintah akan segera menaikan status gempa Lombok jadi bencana nasional.

Kendati demikian, Hidayat juga memaklumi jika pemerintah Indonesia saat ini tengah sibuk menyukseskan perhelatan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Tetapi, dia mengingatkan pemerintah juga harus segera menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional.

"Saya sangat setuju jika sesegera mungkin Pak Jokowi, di tengah-tengah menyukseskan Asian Games, juga tidak lupa kondisi di Lombok. Agar segera menetapkan Lombok sebagai bencana nasional," kata Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/8).

Politisi PKS itu mengatakan, penetapan itu mendesak dilakukan mengingat gempa dan banyaknya korban berjatuhan. Menurut dia, kondisi saat ini sudah memenuhi kriteria untuk dijadikan bencana nasional.

Dia mengaku merasa aneh Presiden Jokowi belum menunjukkan sinyal menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Hidayat menilai, rencana Jokowi membuat peraturan presiden (perpres) ihwal bantuan ke Lombok belumlah cukup. "Kalau Perpres, itu sudah hal yang biasa," ucapnya. (aen)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-lombok-bencana-nasional 

Berita Terkait

CBA Minta Pemerintah Tidak PHP Korban Gempa Lombok

Nasional

Gelar Acara Mewah, PHP Korban Gempa

Nasional

Kemensos Kehabisan Dana untuk Lombok

Headline

200 Unit Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok

Nasional

Gerindra Pertanyakan Kelanjutan Bantuan Gempa Lombok

Nasional

IKLAN