Rabu, 14 November 2018 08:45 WIB
pmk

Wanita

Untuk Mommy Modern, Catat KMS Kini Bisa dalam Bentuk Digital

Redaktur:

INOVASI-Peluncuran aplikasi ”Teman Bumil Tumbuh-Kembang” yang merupakan Kartu Menuju Sehat (KMS) dalam bentuk digital di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/8). Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Bunda, tahukah Anda perbedaan pertumbuhan dengan perkembangan? Seringkali orangtua hanya peduli dengan pertumbuhan anak saat janin. Tapi lupa memantau perkembangan tumbuh kembang saat anak menginjak bayi.

Nah, kalau Bunda belum tahu, pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks. Misalnya, kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan.

Oleh karena itu, memantau tumbuh-kembang anak pada seribu hari pertama kehidupan sangat penting.  Mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini.

Yang disebut seribu hari pertama kehidupan dimulai saat pembuahan di dalam rahim sampai anak berusia dua tahun. Di usia dua tahun, anak sudah mencapai setengah tinggi badan orang dewasa.

Perkembangan otaknya pun sudah mencapai 80 persen dari otak dewasa. Menurut penelitian, ternyata angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak cukup tinggi.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan, angka kejadian anak pendek akibat masalah gizi di Indonesia sebesar 37,2 persen. Orangtua perlu memantau tumbuh kembang anak. Terutama di bawah usia dua tahun untuk mencegahnya.

Salah satu penyebabnya, kata dr Margaretha Komalasari, Sp A dari Brawijaya Women & Children Hospital adalah, kurangnya kesadaran orangtua. Khususnya ibu.

"Memantau tumbuh kembang harus dilakukan secara rutin dan jadi kebiasaan orangtua. Karena semakin dini masalah tumbuh kembang didiagnosis, kemungkinan kita dapat memperbaikinya akan semakin besar. Kalau sudah lewat dari 2 tahun, kasus stunting dan lainnya mungkin akan sulit diatasi," ujarnya dalam acara Peluncuran aplikasi ”Teman Bumil Tumbuh-Kembang” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/8) lalu.

Sayangnya, menurut survei yang dilakukan Teman Bumil, aplikasi untuk ibu Indonesia, dari 1.200 orangtua yang ditemukan, hanya 37 persen diantaranya yang memantau rutin tumbuh-kembang si kecil tiap bulan. Co-Founder Teman Bumil Robyn Soetikno memaparkan, dari angka tersebut, hanya 2,6 persen orangtua yang rutin mencatat tumbuh kembang si kecil tiap minggu. Sedangkan sebanyak  3,7 persen tidak pernah melakukannya.

Sementara, sebanyak 42 persen hanya memantau ketika kunjungan ke dokter. Menurutnya, kecenderungan orangtua untuk mencatat tumbuh kembang anak di Kartu Menuju Sehat (KMS) kadang menyulitkan. 

Sebanyak 23 persen responden bahkan kerap kesulitan mengingat jadwal imunisasi buah hati mereka karena KMS hilang. ''Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 98 responden mengatakan akan sangat terbantu dengan KMS digital yang bisa mereka akses langsung dengan gadget. Untuk itu, dalam peluncuran ini, kami ingin menginformasikan bahwa apkikasi ini juga bisa menjadi KMS digital yang membantu memantau dan mencatat tunbuh kembang si kecil,'' tuturnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teman-bumil #kartu-menuju-sehat #ibu-hamil #wanita 

Berita Terkait

IKLAN