Rabu, 21 November 2018 07:18 WIB
pmk

Headline

Mensos: Semua Harus Dapat Bantuan

Redaktur:

Menteri Sosial Idrus Marham.

INDOPOS.CO.ID – Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar semua warga yang terdampak gempa di Lombok, harus dipastikan mendapatkan bantuan. Baik mereka yang menempati tenda pengungsian atau warga yang menempati tenda di permukiman.

“Kita sedikitnya sudah bagikan 12 ribu paket sembako berupa beras 5 Kilogram, gula, dan lauk pauk kepada warga di pengungsian dan di tenda-tenda di samping tempat tinggal,” kata Mensos Idrus Marham kepada wartawan, Senin (20/8/2018).

Kementerian Sosial (Kemensos) kata dia, merespon cepat bencana gempa bumi yang terjadi berulang kali di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bahkan, setelah gempa kembali terjadi Minggu (19/8) malam, ia mengatakan, telah memerintahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) untuk secara langsung terjun ke lokasi terdampak gempa.

“Kami ingin pastikan seperti apa dampak gempa di sana. Kami secara langsung melakukan pengecekan,” ujar Idrus Mahram di kantornya, Senin (20/8).

Untuk penanganan korban gempa, menurut Idrus, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua kementerian atau lembaga. Tujuannya, memastikan pemenuhan kebutuhan pangan untuk korban selama masa tanggap darurat.

“ Tadi saya langsung berkoordinasi dengan Kepala Bulog. Untuk memastikan berapa beras yang sudah terdistribusi? Hingga saat ini 200-300 Ton beras telah terdistribusi ke lokasi gempa di Lombok,” beber Idrus.

Ia menyebutkan, distribusi makanan bagi korban disalurkan melalui posko-posko hingga menyasar tenda-tenda penduduk di permukiman. Untuk layanan kesehatan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dibantu TNI.

“Untuk pemulihan, kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk program pendidikan jalan. Jadi sekolah-sekolah yang rusak, langsung kita data,” ungkapnya.

Idrus mengungkapkan, hingga saat ini data dari Dinas Sosial Provinsi NTB jumlah korban meninggal sebanyak 556 orang. Kepada para ahli waris, menurut Idrus berhak mendapatkan santunan sebesar Rp.15 juta/ orang. Hingga Senin (20/8/2018), Kemensos telah membagikan santunan kepada 109 ahli waris.

“ Jadi yang belum 447 ahli waris. Kami ingin santunan ini bisa digunakan untuk doa-doa hingga syukuran. Kepada korban luka-luka dengan persayaratan tertentu juga mendapatkan santunan sebesar Rp.2,5 jura/ orang,” terangnya.

Mensos mengatakan, dalam rapat terbatas kabinet belum lama ini,  pemerintah menyatakan bertanggungjawab penuh terhadap tiga hal dalam masa tanggap darurat. Yakni, pemenuhan kebutuhan, masa pemulihan, masa rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan perumahan warga terdampak gempa. Pemerintah tetap konsisten membantu terhadap semua kerusakan rumah di Lombok.

“Berapa pun rumah yang rusak berat, sedang dan ringan akan dibantu dengan kisaran Rp10 juta hingga Rp 50 juta. Konsep ini tidak hanya cepat, tetapi juga pasti,” beber Idrus.

Idrus menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan bencana gempa di Lombok menjadi bencana nasional. Hanya saja, setiap peristiwa bencana alam di daerah, pemerintah pusat bertugas memberikan pendampingan, penguatan dan pemenuhan semua kebutuhan yang dibutuhkan. Seperti beras, lauk pauk dan layanan pengobatan.

“ Jadi ini satu kesatuan, semua kami back up semua kebutuhan yang diperlukan. Jadi belum meningkat status bencana nasional,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, peningkatan status bencana nasional menjadi tugas dari kepala negara (Presiden). Ia enggan berkomentar lebih jauh ketika dikonvirmasi terkait status bencana nasional gempa di Lombok, NTB.

“ Kalau status bencana nasional itu yang menetapkan Bapak Presiden,” katanya. (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-lombok-bencana-nasional 

Berita Terkait

CBA Minta Pemerintah Tidak PHP Korban Gempa Lombok

Nasional

Gelar Acara Mewah, PHP Korban Gempa

Nasional

Kemensos Kehabisan Dana untuk Lombok

Headline

200 Unit Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok

Nasional

Gerindra Pertanyakan Kelanjutan Bantuan Gempa Lombok

Nasional

IKLAN