Rabu, 26 September 2018 12:24 WIB
pmk

Politik

Ma'ruf Amin Buat Elektabilitas Jokowi Turun, Sandi Dongkrak Prabowo

Redaktur:

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Temuan survei LSI Denny JA mengungkapkan, dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Joko Widodo rupanya sedikit mengurangi dukungannya. Sebaliknya, masuknya Sandiaga Uno menjadi cawapres Prabowo Subianto mendongkrak elektabilitasnya.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menuturkan, pihaknya melakukan simulasi elektabilitas capres tanpa pasangan dengan elektabilitas bersama pasangan. Dalam simulasi ini, Jokowi memperoleh dukungan sebesar 53,6 persen. Sedangkan Prabowo hanya 28,8 persen.

Kemudian setelah Ma'ruf dan Sandi masuk sebagai masing-masing cawapres, Adjie menyatakan elektabilitas kedua pasang ini berubah. Jokowi dan Ma'ruf tetap unggul dengan 52,2 persen sementara elektabilitas Prabowo dan Sandi menjadi 29,5 persen.

"Dari simulasi ini menunjukan ada tren penurunan yang terjadi pada elektabilitas Jokowi ketika berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Sebaliknya ada tren kenaikan Prabowo ketika berpasangan dengan Sandi," kata Adjie di Kantor LSI Denny JA Rawamangun Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Ia menjelaskan, elektabilitas Jokowi mengalami penurunan pada segmen pemilih non muslim, pemilih kaum terpelajar, dan pemilih pemula.

Pada segmen minoritas (non muslim), elektabilitas Jokowi dari 70,3 persen turun menjadi 47,5 persen. Di segmen pemilih kaum terpelajar dari 50,5 persen turun menjadi 40,4 persen. Lalu pada segmen pemilih pemula dari 47,1 persen menjadi 39,5 persen setelah berpasangan dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Meski begitu, Kiai Ma'ruf tetap membuat dukungan Jokowi pada segmen pemilih muslim relatif mengalami kenaikan di mana dari 51,7 persen naik menjadi 52,7 persen," jelasnya.

Sementara bagi Prabowo, dipilihnya Sandi membuat dukungannya relatif mengalami kenaikan di tiga segmen pemilih penting yaitu pemilih emak-emak, pemilih pemula, dan pemilih kaum terpelajar.

Pada segmen pemilih emak-emak, elektabilitas Prabowo mengalami kenaikan setelah berpasangan dengan Sandi, dari 25,2 persen menjadi 30 persen. Pada pemilih pemula, dari 34,2 persen naik menjadi 39,5 persen. Pada segmen kaum terpelajar dari 37,4 persen naik menjadi 44,5 persen setelah menggandeng pengusaha itu sebagai cawapres.

Survei nasional ini dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1200 responden. Margin of error survei ini berada di angka +- 2,9 persen. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #survei-lsi-denny-ja #jokowi-maruf-amin #pilpres-2019 #prabowo-sandiaga-uno 

Berita Terkait

IKLAN