Kamis, 15 November 2018 03:12 WIB
pmk

Nasional

Ketika Aksi Presiden Jokowi Dianggap Kurangi Nilai Opening Ceremony Asian Games

Redaktur:

STUNTMAN – Soal pemeran pengganti masih menjadi polemik di masyarakat. Jokowi digambarkan mengendarai sepeda motor ke GBK. Sang stuntman sempat melambaikan tangan ke mereka yang hadir di GBK.

Tak ada yang membantah bahwa acara Pembukaan Asian Games (AG) Sabtu (18/8/2018) lalu, sangat spektakuler, membanggakan Indonesia. Namun, decak kagum itu dinilai ternodai, dengan aksi Presiden Joko Widodo yang digambarkan menggunakan sepeda motor untuk hadir di Gelora Bung Karno. Ternoda, karena tak ada kejujuran pada penyelenggara, bahwa aksi tersebut menggunakan pemeran pengganti (stuntman). Sehingga seakan-akan penyelenggara ingin memaksa opini bahwa Presiden Jokowi sosok yang hebat.

Dilianto, JAKARTA

INDOPOS.CO.ID – Tarian Saman yang menampilkan 2.000 penari mendapat applause dari puluhan ribu penonton yang memadati Gelora Bung Karno,  Senayan. Hanya saja, menurut anggota Komisi X DPR RI Nizar Zahro, dalam opening ceremony itu ada satu momen yang telah merusak kesakralan acara tersebut. Yakni, aksi Presiden Jokowi yang digambarkan dalam sebuah adegan dalam tayangan video pendek mengendarai  sepeda motor gede Yamaha FZ1 demi menghindari kemacetan agar bisa hadir di GBK dari Istana Bogor.

"Saya akui, untuk hiburan lain seperti tampilan artis menyanyi dan tarian Saman, membuat decak kagum.  Tapi gara-gara aksi Pak Jokowi, Asian Games yang mestinya menjadi perhatian publik, menjadi tersingkirkan. Marwah AG telah terdegradasi oleh aksi tipu daya stuntman," kata Nizar kepada INDOPOS di Jakarta,  Senin (20/8/2018).

Ketua DPP Partai Gerindra ini menuturkan, sebenarnya tidak masalah menggunakan stuntman, jika sejak awal ada kejujuran dari pihak INASGOC, dengan memberi keterangan bahwa adegan tersebut dilakukan oleh profesional.

"Yang disesalkan sejak awal tidak ada kejujuran dari pihak panitia AG maupun Jokowi. Dan lebih parah lagi, hingga sekarang pun tidak ada keterangan resmi baik dari INASGOC maupun dari Istana. Meski kebohongan tersebut terbongkar atas kreatifitas para netizen," ujarnya.

Bayangkan, kata politisi asal Madura ini,  stuntman tersebut masuk ke dalam Stadiun GBK dan melambai-lambaikan tangan kepada penonton. Karena dikira itu adalah Presiden Jokowi, maka seisi stadiun pun berteriak histeris, tepuk tangan, dan membalas lambaian tangan tersebut.

Tidak hanya dilakukan penonton dari Indonesia, para tamu VVIP dari negara asing pun melakukan hal serupa. Artinya, yang tertipu tidak hanya penonton Indonesia, tamu VVIP asing pun juga tertipu.

"Atas atraksi penuh tipu daya itulah maka berbuntut polemik hingga sekarang. Polemik stuntman lebih menarik daripada pertandingan AG," cetusnya.

Padahal,  ucapnya,  negara telah mengeluarkan biaya triliunan rupiah untuk kesuksesan kegiatan AG, termasuk biaya pembukaan acara yang menampilkan stuntman mirip Jokowi itu. "Maka dengan adanya polemik stuntman yang berlarut-larut ini maka pihak INASGOC lah yang harus bertanggung jawab. INASGOC harus segera menjelaskan ini ke publik," tuturnya.

Nizar pun menjelaskan, AG yang semestinya menjadi pesta bersama seluruh rakyat Indonesia, telah ditunggangi aksi pencitraan politik.

"Jelas sekali aksi motor menggunakan stuntman adalah upaya pencitraan untuk merangkul pemilih milenial. Maka patut diusut darimana biaya menyewa stuntman, apakah menggunakan kas INASGOC ataukah dari kantong pribadi Jokowi," katanya.

"Jika itu menggunakan dana INASGOC, maka hari ini juga saya persilakan Ketua INASGOC Erik Tohir untuk segera menjelaskan kepada Komisi X DPR sebagai mitra INASGOC. Karena sangat tidak pantas acara kebanggaan rakyat ditunggangi pencitraan politik," tegasya.

Tidak hanya itu,  Nizar juga menyayangkan biaya pembukaan yang mahal di sela-sela kondisi ekonomi rakyat sedang morat-marit serta tragedi gempa Lombok,  Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Biaya Rp 600 miliar lebih itu patut disayangkan. Karena di saat yang sama, Indonesia membutuhkan biaya yang besar untuk membantu korban gempa NTB. Mestinya konsep opening ceremony tidak menghambur-hamburkan uang rakyat," terangnya. 

Dirinya pun mengacu pada pembiayaan olahraga tingkat dunia atau olimpade di Brasil yang hanya mengeluarkan uang Rp 688 miliar untuk opening ceremony.

"Sementara Indonesia harus merogoh kocek hingga Rp 600 miliar lebih hanya untuk opening ceremony asian games, bukan olimpiade kayak Brasil," kesalnya.

Dengan mengeluarkan kocek yang sangat besar ini,  maka lanjut Nizar, harus juga diikuti dengan prestasi atlet. "Negara sudah keluar uang banyak, harus mendapatkan hasil yang setimpal. Setiap satu rupiah uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan dalam wujud prestasi yang gemilang," ujarnya

Lebih lanjut,  dirinya meminta agar  tim Indonesia mampu mencapai target yakni masuk 10 besar bisa menjadi teratas untuk level Asia Tenggara.

"Sebagai tuan rumah,  Indonesja harus sukses  4 S. Yakni ukses penyelenggaraan 2.sukses prestasi 3.sukses ekonomi 4 sukses prestasi,"  pungkasnya.

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengaku, tak mempermasalahkan pelaksanaan opening ceremony Asian Games dengan menampilkan video Jokowi menggunakan moge.

"Karena setiap negara yang punya kesempatan untuk menjadi tuan rumah, akan memaksimalkan pembukaan dan penutupan. Jadi masih bisa ditolerir," kata Ledia kepada INDOPOS.

Namun hal lain yang menjadi kritikan adalah 
besarnya pembiayaan pembukaan acara itu disaat warga Lombok sedang tertimpa musibah.

"Meskipun ada berdoa untuk Lombok memang kesannya jadi berlebihan ditengah-tengah ada bencana yang tak kunjung dinyatakan sebagai bencana nasional," cetusnya.

Lebih lanjut,  politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengkritik adanya perusahaan asing yang mengatur acara tersebut.

"Sayangnya pemegang EO-nya bukan perusahaan Indonesia. Padahal saya yakin orang Indonesia punya kemampuan lebih untuk mengerjakannya," ujarnya.

Sementara,  pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio menilai, Presiden Joko Widodo pintar memanfaatkan situasi dengan menampilkan video aksi berkendara motor mengatasi kemacetan saat pembukaan acara itu di GBK.

"Jokowi pintar memanfaatkan keuntungan sebagai petahana dan dia memanfaatkan dengan baik momen olahraga Asian Games di tahun politik," kata Hendri kepada INDOPOS.

Menurutnya, setidaknya hal itu sengaja dibuat agar publik memperbincangkan video pendek itu meski menuai kritikan banyak pihak.

"Minimal itu akan diperbincangkan terus," ucapnya.

Tetapi,  bagi direktur lembaga survei Kedai Kopi ini,  seharusnya Jokowi tidak perlu menampilkan stuntman. "Menurut saya gak apa (aksi Jokowi). Bagus juga video ini walaupun mustinya gak usah pake stuntman.  Sebetulnya masuk stadion pake motor juga udah luar biasa. Bagus lah dia (Jokowi) memanfaatkan situasi sebagai petahana," imbuhnya.

Kritikan juga datang dari Presidium Pergerakan Pembaharuan Andrianto.  Menurutnya, aksi tersebut tak lebih hanya sebagai aksi lucu-lucuan namun, tak nyambung dengan substansi acara.

"Ada banyak yang bikin kita miris yakni subtansi dari kegiatannya gak nyambung dan norak apalagi memakai stuntman (pemeran pengganti)," cetusnya.

Dirinya juga menegaskan, video itu mencontoh dari aksi pembukaan acara Olimpiade 2012  di London. Yakni dimana 
Ratu Elizabeth II menghadiri pesta pembukaan Olimpiade 2012 di London dengan cara terjun payung dari heli James Bond diperankan oleh aktor Daniel Craig. Namun aksi keduanya diperankan oleh stuntman.

"Video Jokowi itu tak lebih hanya plagiat dari aksi Ratu Elisabeth II," ungkapnya.

Tetapi,  ujarnya, yang acara di London itu semua pihak tahu bahwa hal itu hanya lucu-lucuan meski yang memerankan aksinya Rati Elisabeth adalah stuntman.

"Publik pun sadar sejak awal bahwa aksi ratunya itu diperankan oleh stuntman karena faktor usia. Beda lah dengan Jokowi yang saya nilai lebay," tegasnya.

Dirinya juga mengkritik mahalnya biaya pembukaan acara AG itu.

"World cup di Rusia saja cuma habiskan 20 miliar USD atau bekisar Rp  300 miliar. Ini kok di Indonesia sampai Rp 600 miliar lebih. Apalagi bangsa ini sesungguhnya sedang sulit,"  kata dia. (dil) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

IKLAN