Senin, 24 September 2018 05:04 WIB
pmk

Nasional

Pemerintah Harusnya Tetapkan Lombok Jadi Bencana Nasional

Redaktur:

Dok. Indopos

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Pusat hingga kini belum menetapkan gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bencana nasional. Padahal, gempa yang terjadi di Lombok sudah lebih dari 800 kali dan memakan korban jiwa ratusan orang dan kerusakan infrastruktur yang sangat parah.

Direktur Eksekutif Emrus Corner, Emrus Sihombing menuturkan sejatinya bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. Ia nilai rujukan pemerintah dalam mentetapkan status kebencanaan terlalu mekanistis sesuai dengan aturan perundangan.

Salah satu argumen dari penolakan status bencana nasional itu menurut Emrus ialah indikator jumlah korban akibat gempa. Selain itu, menurut yang kontra, bisa jadi mempengaruhi jumlah kunjungan wisata manca negara.

"Penderitaan yang sedang dirasakan rakyat di sana tidak cukup dengan akal sehat, tetapi harus lebih mengedepankan rasa empati dalam persatuan," ucap Emrus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) itu menegaskan bahwa bila melihat runtutan kejadian gempa yang mengakibatkan ratusan korban meninggal dan kerugian-kerugian lainnya yang menyengsarakan, seharusnya pemerintah daerah NTB dan pemerintah pusat tidak perlu ragu menetapkan sebagai bencana nasional.

Lebih jauh lagi, Emrus mengungkapkan, distribusi bantuan seperti makanan dan sanitasi masih belum merata, disebabkan  gempa beruntun yang berdampak sangat luar bisa. Akibatnya, penderitaan rakyat di sana belum tertangani.

"Oleh karena itu, upaya penanganan dipastikan membutuhkan intervensi serius dari berbagai kalangan, utamanya kehadiran negara dalam bentuk penetapan sebagai bencana nasional," jelasnya.

Terakhir, Emrus menyarankan agar pemerintah daerah NTB dan pemerintah pusat di Jakarta duduk bersama  memutuskan peristiwa dampak gempa beruntun di NTB sebagai bencana nasional.

"Pilihan keputusan seperti ini bisa menjadi tradisi yang baik dalam mengatasi dampak gempa ke depan,  sebagai wujud kebersamaan dalam persatuan," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi 

Berita Terkait

IKLAN