Rabu, 19 September 2018 02:43 WIB
pmk

Nusantara

Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan, Damkar Swasta Pontianak Menyerah

Redaktur: Redjo Prahananda

Petugas melakukan pemadaman api di Wilayah di Dusun Cempak, Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap (istimewa)

INDOPOS.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat memang sudah mencapai titik mengkhawatirkan. Penduduk di berbagai kota dan desa di Kalbar sudah terjangkiti asap akibat karhutla itu. Bahkan seluruh petugas instansi pemerintah dikerahkan untuk memadamkan api.

Tak urung petugas pemadam kebakaran swasta (damkar) swasta turut dikerahkan. Meskipun di lapangan belum terjalin sinergi antara Damkar swasta dan stakeholder terkait.

“Anggota kami merupakan relawan. Namun mereka tidak mengeluh,” ujar Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak Ateng Tanjaya  di lokasi kebakaran lahan di Jalan Purnama 2 samping komplek Purnama Elok Pontianak Kalbar, Senin (20/8/2018).

Namun diakuinya, sebagai damkar swasta pihaknya tak mampu menanggulangi karhutla. Alasan Ateng, pihaknya hanya menyiapkan diri untuk menanggulangi kebakaran pada bangunan.

“Kami ini bukannya mengeluh. Tapi kemampuan kami terbatas. Bisa dikatakan kami lumpuh,” ujar Ateng.

Dijelaskan Ateng pula, sebagai sukarelawan, seluruh petugas damkar swasta berkerja tanpa gaji. Di satu sisi, keluarga menuntut ekonomi. "Selain itu mesin-mesin kami ini pun perlu minyak. Termasuk makan minum petugas damkar swasta. Kalau satu dua kali, sepuluh kali kami masih mampu. Sekarang sudah puluhan kali, kami tidak mampu,” tuturnya.

Terkait kebakaran lahan, damkar swasta menurut Ateng perlu perhatian pemerintah. Namun kondisi saat ini koordinasi dengan pihak pemerintah tidak ada. Bahkan sudah ratusan kali  membantu memadamkan kebakaran lahan, damkar swasta diakui Ateng belum pernah mendapatkan perhatian pemerintah. Sementara damkar swasta juga ada keterbatasan.

“Harapan kami kepada pemerintah ada perhatian,” ujarnya.

Pria dengan kode sapaan Alfa Tango ini menyebutkan, damkar swasta memang punya semboyan. "Anggota kami tidak diberi gaji maupun imbalan. Tapi kami bekerja karena agama masing-masing yang berprinsip yang mampu mengeluarkan dana, sedangkan yang belum mampu menyumbang tenaga. Dan kenyatanya damkar swasta selalu menyumbang dana dan tenaga," pungkas Ateng.

Sementara itu, Sekretaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak Edi mengakui anggota damkar swasta dalam mengantisipasi kebakaran lahan.

Ia pun mengaku pihaknya kerap menerima informasi bohong adanya peristiwa kebakaran.

“Dibilang dekat dengan rumah penduduk atau pemukiman, sekali kita cek ternyata jauh. Beratus-ratus meter,” lontar Edi.

Dalam kebakaran lahan ini, Edi menyebutkan damkar swasta berkerja sesuai dengan SOP. Bahwa api diperkirakan sekitar 50 meter dari pemukiman. Itu pun juga menyesuaikan dengan arah angin.

Edi mengaku selama ini pemadam kebakaran swasta susah untuk berkerja. Alasannya karena keterbatasan dana untuk kebakaran lahan, hampir tidak ada. Dana yang didapati semua hampir 100 persen dari donatur. “Kalau kebakaran lahan ini setiap hari terjadi, wah banyak bangkrut pemadam swasta,” ucap Edi.

Cukup berat tugas dari damkar swasta menanggulangi kebakaran lahan. Meski hanya sampai dini hari untuk memadamkan lahan. Karena petugas damkar swasta juga berkerja. Apalagi aksi panggilan jiwa itu dimulai sejak musim kemarau. Bayangkan dengan waktu yang lama dan keterbatasan dana tapi semangat.

“Apapun yang terjadi damkar swasta tetap berkerja. Apapun yang mereka kerjakan panggilan jiwa yang tidak bisa kita hargai dengan materi,” ujarnya.

Edi juga mengungkapkan apalagi stakeholder yang selama ini mereka lihat hampir nol persen untuk saling bersinergi dengan damkar swasta.

“Harapan saya supaya kesinergian antara damkar swasta dan stakeholder. Damkar swasta juga dilibatkan. Jangan damkar swasta berkerja dengan semaksimal mereka tapi yang merupakan tanggung jawab dari stakeholder yang menangani kebakaran hutan dan lahan tenang-tenang saja,” tandasnya. (rid/mau/jpg/indind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran-hutan 

Berita Terkait

IKLAN