Sabtu, 17 November 2018 08:30 WIB
pmk

Nasional

Rehabilitasi Rumah Rusak Pacagempa Lombok Start Hari Ini

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah memulai rehabilitasi rumah rusak pascagempa Lombok. Kepastian ini disampaikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK).

JK mengunjungi para pengungsi di pos penampungan di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB, pada Selasa (21/8/2018).  Bertemu warga, JK mengajak mereka untuk membangun kembali Lombok setelah gempa berturut sampai 29 Juli lalu.

Pembangunan  rumah rusak sepenuhnya menjadi tanggung jawab warga penerima bantuan. “Mereka (warga) sendirilah yang akan membangun dan tidak ada kontraktor. Pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk pembelian material bangunan dan Kementerian PUPR memberikan pendampingan cara pembangunan rumah," ujar dia, Selasa (21/8/2018).

JK mengingatkan dana bantuan jangan digunakan untuk membeli kebutuhan lain seperti rokok, sepeda motor atau televisi, tetapi dimanfaatkan secara baik untuk membeli material bangunan, semen, seng, kayu atau paku.

Pemerintah menyarankan warga membangun rumah tahan gempa, untuk meminimalisir kerusakan. “Kami ingin membangun rumah yang baik, pembangunan rumah tahan gempa. minimum 9 SR, di sini kemarin 7 SR," ujar dia.

JK mematok target waktu penyelesaian rumah dengan target 1 bulan, sedangkan target pembangunan seluruh rumah rusak dalam 6 bulan. Pemerintah memberikan bantuan warga untuk rumah kategori rusak berat sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya telah melatih warga untuk cara pembangunan rumah tahan gempa. Pelatihan cara pembangunan membutuhkan waktu 1-2 hari, dan mulai hari ini masa rehabilitasi.

Kementerian PUPR juga turut melibatkan para mahasiswa dari perguruan tinggi dan TNI untuk mengawasi pembangunan rumah. Secara bersamaan Kementerian PUPR juga memperbaiki infrastruktur, pembangunan pasar dan sekolah.

Sejumlah 43 sekolah dari 500 lebih sekolah rusak sudah mulai pembangunan, sedangkan Kementerian Pendidikan telah mendirikan tenda-tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar.

Rumah terverifikasi mencapai 10.000-an rumah, sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan , telah mendistribusikan bantuan dana rumah kepada 5.000 keluarga. Hingga kini Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Lombok NTB 2018 mencatat total rumah rusak mencapai 73.843 unit.

Sementara itu, menanggapi penanganan darurat pascagempa, JK menyampaikan bahwa cara penanganan pemerintah sama dengan cara penanganan bencana nasional. Saat bencana Aceh, pemerintah pusat belum mampu dalam penanganan sehingga membutuhkan dukungan internasional.

Namun kini Pemerintah mampu untuk melakukan penanganan dan telah mengerahkan sumber daya kementerian/lembaga seperti Kementerian PUPR, Kesehatan, Sosial, Pendidikan dan BNPB.

Wapres JK mengakhiri kunjungan dengan melakukan rapat tertutup yang dihadiri oleh Menteri PUPR, Menteri Sosial, Menteri Pendidikan, Kepala BNPB, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Jawa Timur, Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok, dan perwakilan organisasi perangkat daerah Provinsi NTB. (cr-4)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-bumi #gempa-lombok 

Berita Terkait

Tanah Labil, Rawan Gempa Bumi

Megapolitan

Kota Palu Terbanyak Korban Meninggal Gempa Sulteng

Headline

Pascagempa Sulteng 4 Daerah Masih Terisolasi

Headline

Yang Tersisa dari Musibah Tsunami di Sulawesi Tengah

Nasional

BNI Bangun 400 Huntara di Daerah Bencana

Nusantara

IKLAN