Rabu, 14 November 2018 06:37 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pengamat Sebut Kursi Wagub DKI Milik Gerindra

Redaktur: Redjo Prahananda

Pengamat politik ekonomi Indonesia Ichsanuddin Noorsy.

INDOPOS.CO.ID - Pengamat politik ekonomi Indonesia Dr Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi, menilai kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah milik Partai Gerindra.

Sehingga sudah pantas, kalau kader dari Gerindra menggantikan posisi Sandiaga Uno. Sandi sudah resmi mencalonkan diri sebagai cawapres, mendampingi capres Prabowo Subianto.

“Indikator pertama berdasarkan aturan jabatan wagub kosong itu kembali lagi ke partai. Partai  tersebut Gerindra,” ujar Noorsy, pada INDOPOS, Selasa (21/8/2018).

Indikator kedua,  kata Noorsy, adanya tiga pihak yang menentukan dalam mengisi kekosongan jabatan cagub, masyarakat pemilih, DPRD DKI, sekaligus gubernur.

Berdasarkan aturan Undang-undang pemerintah daerah, Pemprov DKI termasuk Gubernur, bersama-sama dengan DPRD.

Sehingga peranan partai menjadi kata kunci. “Sekarang partai-partai itu menuju ke mana? Kalau melihat aturan tentu ke Gerindra dong,” kata dia.

Dijelaskan Noorsy, indikator ketiga, adalah indikator tantangan. Saat ini tantangan paling utama DKI adalah ketimpangan ekonomi belum kunjung turun.

Kemudian, masalah lalu lintas, persoalan sampah dan pasar-pasar yang ada. Selanjutnya masalah ancaman banjir yang ada di depan mata. 

Kemudian kasus reklamasi dan giant sea wall, serta masalah penurunan muka tanah di ibu kota. Lalu masalah air bersih bagi warga yang juga masih minim.

“Wakil gubernur pengganti Sandiaga harus menjawab tantangan tersebut, sehingga nanti dapat merampungkan persoalan,” papar Noorsy.

Indikator keempat menyangkut bagaimana suksesnya pesta demokrasi 2019. Seperti dietahui, Jakarta adalah barometer politik nasional. Sebagai pemimpin ibu kota mesti sosok  mengetahui seluk beluk politik di DKI. Dari mulai preman, Babinsa, struktur masyarakat dan segala permasalahan, Wagub harus mengetahui.

“Sehingga DKI sebagai barometer demokrasi tidak cacat. DKI harus menghindar dari penyelenggaraan demokrasi cacat,” tutur dia.

Indokator kelima, Asian Games dan kegiatan-kegiatan internasinal lainnya. Pimpinan ibu kota harus bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat.

Indeks kebahagiaan warga DKI masih rendah, bererti faktor keamanan dan kenyamanan warganya belum terpenuhi. “Itu mesti diperbaiki oleh wagub. Dari sana baru dapat kita tentukan siapa orangnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Noorsy juga mengingatkan DKI tidak mengulang mperistiwa di masa lalu, dimana wagub sebagai pimpinan ibu kota didatangkan dari daerah. Ketika itu kursi kosong wagub diisi orang daerah yaitu Djarot Saiful Hidayat, yang kemudian terbuti gagal menyelesaikan persoalan di ibu kota.

“Mendatangkan pemimpin dari daerah, selain terbukti tidak efektif, juga melukai perasaan keadian masyarakat DKI. Itu melanggar ekspresi masyarakat dan sekaligus melanggar upaya mencari pemimpin yang mengetahui seluk beluk Jakarta,” tandasnya.

Sejauh ini, persolan pengganti Sandiaga Uno memang memanas. Dua partai pengusung Gubernur dan Wagub DKI dalam Pilkada 2017, saling menyodorkan kadernya masing-masing.

Dari gerindra, sosok Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menjadi piihan utama. Sedangkan, dari PKS muncul nama-nama seperti mantan Wagub Jabar Ahmad Heryawan, dan juga anggota DPR RI Mardani Ali Sera. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wagub-dki #partai-gerindra 

Berita Terkait

Tak Cerminkan Sikap Pahlawan

Politik

Politisi DKI Ingin Wagub Perempuan

Jakarta Raya

Kursi Wagub, Prabowo Ikut Kata Taufik

Jakarta Raya

IKLAN