Sabtu, 17 November 2018 04:21 WIB
pmk

Nasional

Kementan: Hewan Qurban Wajib Miliki SKKH

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI, I Ketut Diarmita, di Jakarta, Rabu (22/8/2018). Foto: Akbar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan, ada tiga aspek pokok yang harus diperhatikan dalam pemotongan hewan qurban yang akan menjadi tanggung jawab insan Peterbakan dan Kesehatan Hewan diantaranya; kesehatan dari hewan qurban; proses penyembelihan dan distribusi daging hewan qurban kepada mustahiq.

Menurut I Ketut Diarmita, kesehatan hewan qurban menjadi syarat utama yang harus diperhatikan oleh kita semua dalam pelaksanaan pemotongan hewan qurban. ”Sehat hewan qurban wajib diperhatikan, karena mengingat banyak sekali penyakiy hewan yang dapat menular ke manusia (Zoonosis),” ujar I Ketut Diarmita, di Jakarta, Rabu (22/8/2018).

Selain kesehatan, lanjut dia, pemilihan hewan qurban harus dipastikan hewan tersebut memiliki Sertifikat Veteriner atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh daerah pengirim,” imbuhnya

Hal tersebut dilakukan agar menjamin daging qurban yang akan dibagikan kepada masyarakat aman, sehat, untuh dan halal. Maka dari itu pemerintah melakukan pengaturan penanganan hewan dan daging qurban melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang pemotongan hewan qurban.

Peraturan tersebut mengatur tentang persyaratan minimal yang harus dipenuhi seluruh aspek teknis dan syariah islam terkait pemotongan hewan qurban mulai dari penjualan terbak sampai dengan distribusi daging qurban ke masyarakat.

Dalam Permentan No. 114 tahun 2014, dikatakan dalam memilih hewan qurban juga harus memperhatikan jenis kelamin hewan yaitu hewan jantan dimana hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam menekan laju pomotongan ternak Ruminansia (Betina Produktif).

Dengan adanya pengawasan ini Dirjen PKH, I Ketut Diarmita mengharapkan pelaksanaan pemotongan hewan qurban dapat dilakukan secara benar, baik dari aspek kesehatan, kesejahteraan hewan maupun dari aspek syariah Islam,” harapnya. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #idul-adha-1439-h #idul-qurban #kementan-ri #i-ketut-diarmit #pemotongan-hewan-qurban #ditjen-peternakan-dan-kesehatan-hewan #surat-keterangan-kesehatan-hewan 

Berita Terkait

IKLAN