Kamis, 22 November 2018 01:29 WIB
pmk

Nusantara

Tradisi Unik Rayakan Idul Adha di Malang

Redaktur: Redjo Prahananda

HEWAN KURBAN: Arak-arakan kambing menjadi tradisi turun-temurun di Temanggungan, Kota Malang (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Warga Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang mempunyai tradisi unik Idul Adha.

Warga menggelar arak-arakan kambing kurban keliling kampung, Rabu (22/8/2018). Selepas salat ied, warga berkumpul di sekitaran rumah. Salah satu kambing maskot didandani dengan mengenakan kalung berbahan kain berwarna merah.

Setelah semuan siap, tradisi arak-arakan kambing pun dimulai. Kambing tersebut tidak diarak dengan berjalan. Melainkan dengan berlari sembari dipegang warga.

Terdapat 64 jenis kambing jenis diarak. Warga sekitar langsung menyingkir untuk menghindari kambing-kambing berlari. Suasana menjadi riuh. Beberapa kambing bahkan menolak berlari.Tradisi ini menjadi hiburan menarik bagi warga.

Rute arak-arakan mulai dari Jalan Gatot Subroto-Jalan Aris Munandar-Jalan Zainul Arifin- Jalan KH Ahmad Dahlan-kembali ke jalan Gatot Subroto melewati perkampungan.

Ketua Panitia Arak-arakan Kambing Ainul Yakin, 25, mengatakan, tradisi ini sudah sejak 1976 lalu. “Sudah turun temurun dari nenek moyang,” ujar dia di sela-sela kegiatan. Tujuan arak-arakan hewan kurban sebagai syiar. “Nanti kalau disembelih, darah bisa keluar dengan lancar,” kata dia.

Selain itu, arak-arakan kambing juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi. “Mengajak orang-orang biar antusias menjaga tradisi, jaga warisan,” terangnya.

Setelah diarak, kambing-kambing tersebut kemudian didoakan sebelum akhirnya disembelih.

Selama arak-arakan, panitia juga sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk perayaan HUT ke-73 RI.

“Panitia memiliki konsep menyambut hari kemerdekaan seperti karnaval,” jelas dia.(fis/jpc/jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tradisi-unik-rayakan-idul-adha-di-temanggung #arak-arakan-kambing-kurban-keliling-kampung 

Berita Terkait

IKLAN