Senin, 19 November 2018 01:58 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pencurian Fasum Marak, Pemasangan CCTV Belum Maksimal

Redaktur:

LANCAR-Underpass (terowongan) Mampang-Kuningan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas. Sayangnya, fasilitas umum berupa penutup saluran air yang terpasang di sana, sering hilang dicuri.

INDOPOS.CO.ID – Pencurian sarana umum terus terulang di Jakarta. Salah satunya adalah penutup saluran air di underpass (terowongan) Mampang-Kuningan yang kembali hilang, Rabu (22/8). Plt Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, petugas menyadari hilangnya penutup saluran air itu usai melaksanakan shalat Idul Adha.

"Memang betul, ada dua buah steel grating dicuri," ujar Heru, Rabu (22/8).

Heru mengatakan, dua penutup saluran air yang hilang tersebut terletak di ruas underpass Mampang-Kuningan di sisi barat. "Sebenarnya steel grating sudah dilas. Tapi pencurinya tetap burusaha untuk ambil," kata Heru.

Hingga saat ini pencuri penutup saluran air tersebut belum diketahui. Untuk sementara petugas memasang rambu di sekitar lokasi demi mencegah pengendara terjebak di lubang tersebut.

Pencurian penutup saluran air di underpass Mampang sudah tiga kali terjadi.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar underpass dan mengelas besi penutup untuk mencegah pencurian kembali terjadi.

Bahkan kata Heru, sudah ada 12 kamera CCTV yang dipasang di sepanjang underpass Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan.

"Tapi CCTV-nya belum connect ke server," ucap dia.

Dengan demikian, lanjutnya, CCTV tersebut belum dapat merekam aksi pencurian penutup saluran pada Rabu pagi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengaku kesulitan mengidentifikasi pelaku tindakan tersebut di kasus-kasus terdahulu. Sebab, tidak ada kamera CCTV di sekitar underpass Mampang-Kuningan.

Kamera CCTV kemudian dipasang di lintas bawah atau underpass Mampang-Kuningan pada akhir bulan Juni 2018.

Kamera CCTV itu rencananya dipasang oleh PT Adhi Karya selaku kontraktor. Sebab, pemeliharaan underpass tersebut masih di bawah Adhi Karya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan penutup saluran air yang hilang di underpass Kuningan-Mampang sudah dilakukan pengelasan secara tidak permanen sehingga masih dapat dibuka tutup untuk proses pengecekan saluran air.

Untuk mengantisipasi pencurian kembali terjadi penutup saluran air tersebut akan dilas kembali secara permanen.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkejut saat mengetahui penutup saluran air di terowongan (underpass) Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan, kembali hilang.

"Hilang lagi? Masa?" kata Anies sambil mengernyitkan dahi saat ditemui di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Ia tak menyangka aksi pencurian penutup saluran air tersebut terjadi lagi untuk ketiga kalinya.

Anies menanyakan kronologi kejadian hilangnya penutup saluran itu kepada awak media. Ia heran penutup tersebut telah dilas, tetapi pelaku masih saja nekat mencurinya.

"Oh ya? Ck-ck-ck... nanti coba saya tanya tim teknis saja, bagaimana penanganannya," kata  Anies sambil menggelengkan kepala.

Ia berjanji mengecek secara lokasi pencurian penutup saluran air tersebut untuk mengetahui lebih detail terkait kasus ini.

"Nanti saya cek tim teknis. Kalau jawab teknis belum lihat datanya, repot. Tadi pagi ya (kejadiannya)?" lanjut Anies.

Sementara itu, peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Depok. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok, Manto mengatakan banyak penutup saluran air di sepanjang trotoar Margonda yang hilang dicuri.

“Lihat kan penutup penutup selokan di trotoar, selokannya pasti enggak ada penutupnya. Itu karena ada orang yang ambil-ambilin. Soalnya memang penutupnya terbuat dari besi dan bisa dijual,” ucap Manto pada wartawan.

Menurut Manto, hilangnya penutup tersebut membuat saluran air dipenuhi sampah.

“Kan penutup selokan sebenarnya untuk menahan sampah yang masuk, kalau penutupnya tidak ada ya sampah tersumbat di selokan itu,” ucap Manto.

Melihat kondisi trotoar di sepanjang jalanan Margonda, Manto, mengatakan akan membangun dan memelihara trotoar Oktober Mendatang.

“Ya ngeliat kaya gini kita akan coba menutup selokan tersebut di Oktober mendatang paling lama November lah penutupannya,” ucap Manto.

Manto mengatakan saat ini pihaknya sedang menghitung-hitung berapa banyak penutup selokan yang hilang.

“Kita lagi masa penghitungan sih saat ini berapa banyak penutup selokan yang hilang, kita akan ganti penutup ini dengan penutup yang kuat, namun tidak dapat dijual,” ucap Manto.

Menurutnya, untuk perbaiki penutup selokan ini membutuhkan biaya sebesar Rp 200 juta.

“Untuk menutup selokan ini kan memang memerlukan biaya buat beli penutupnya. Kalau untuk perbaiki seluruh trotoar sih saat ini belum ya. Paling yang dapat kita lakukan hanya membeli penutup selokan ini saja,” ucap Manto. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fasilitas-umum #dki-jakarta 

Berita Terkait

Calon Wagub DKI Harus Mau Kerja Keras

Jakarta Raya

DKI Jakarta Tuan Rumah MTQ Korpri IV

Jakarta Raya

Presiden Minta Gubernur Lanjutkan MRT

Jakarta Raya

Fasilitas Umum untuk Disabilitas Perlu Ditingkatkan

Jakarta Raya

Kurangi Kemacetan, Lakukan Rekayasa Arus

Jakarta Raya

IKLAN