Rabu, 14 November 2018 02:11 WIB
pmk

Headline

Sudah 488 Kapal Ditenggelamkan Menteri Susi

Redaktur:

Foto: Humas KKP

INDOPOS.CO.ID – Selama menjabat sebagai menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tercatat sudah menenggelamkan 488 kapal. Susi menjadi menteri sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2018.  Kebijakan tersebut dianggap Susi sebagai langkah awal untuk menyelesaikan persoalan perikanan di Indonesia. Sebab dengan kebijakan itu para pencuri ikan diharapkan jera dan tidak mengulang perbuatannya.

"Total dalam pemerintahan Jokowi dari Oktober 2014 sampai Agustus 2018, sudah ada 488 kapal yang ditenggelamkan," kata  Susi kepada wartawan, Rabu (22/8). Susi melakukan penenggelaman semua kapal yang ketahuan melakukan illegal fishing.
Adapun ke-488 kapal tersebut,  sebanyak 276 kapal berbendera  Vietnam, Filipina 90, Thailand 50, Malaysia 41, Indonesia 26, Papua Nugini 2, Tiongkok 1, Belize 1, dan tanpa negara 1 kapal.

Sementara, dalam memperingati HUT ke-73 tahun Republik Indonesia pun, Susi menenggelamkan 125 kapal di 11 titik yang berbeda. Dalam konferensi pers di Jakarta  Selasa (21/8) lalu, Susi mengatakan, aksi tenggelamkan kapal ini dilakukan bersama KKP, Bakamla, TNI AL, Polri, serta Kejagung. Penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal. Kapal-kapal yang ditenggelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal.

Rincian kapal yang ditenggelamkan di setiap lokasi penenggelaman, yakni Pontianak 18 kapal, Cirebon 6 kapal, Bitung 15 kapal, Aceh 3 kapal, Tarakan 2 kapal, Belawan 7 kapal, Merauke 1 kapal, Natuna/Ranai 40 kapal, Ambon 1 kapal, Batam 9 kapal, dan Tarempa/Anambas 23 kapal.

Sedangkan menurut asal bendera, kapal yang ditenggelamkan terdiri dari Vietnam berjumlah 86 kapal, Malaysia berjumlah 20 kapal, Filipina berjumlah 14 Kapal, dan Indonesia berjumlah 5 kapal.

Selain melakukan penenggelaman untuk membuat pelaku jera, KKP, Satgas 115 dan pihak berwenang lainnya terus memantau aktivitas illegal fishing yang dilakukan oleh perusahaan Filipina. Hal ini dikarenakan kebutuhan pasokan ikan untuk pelabuhan perikanan selatan Filipina, khususnya General Santos City Port terus meningkat.

Wilayah "fishing ground" kapal filipina yang terdaftar di WCPFC umumnya berada di wilayah ZEE Indonesia yang berbatasan dengan Palau. Wilayah ini dipilih karena minim pengawasan, sebagaimana disampaikan pelaku illegal fishing Fiilipina di General Santos.

Modus lainnya adalah penggunaan pakura (kapal kecil). ABK kebangsaan Filipina yang bermukim di sekitar pulau pulau sekitar Sangir dan Talaud, mendapatkan pakura dari perusahaan Filipina, lalu menangkap ikan di Indonesia yang kemudian di alihmuat-kan (transhipment) di tengah laut pada kapal angkut Filipina.

“Saya meminta agar modus pencurian ikan oleh asing dapat segera diatasi dalam 1 bulan ke depan. Saya akan kembali mengumpulkan para penegak hukum,” tegasnya.

Menurutnya, aktivitas illegal fishing yang dilakukan oleh perusahaan Filipina masih terus terjadi. Ini dikarenakan kebutuhan pasokan ikan untuk pelabuhan perikanan selatan Filipina, khususnya General Santos City Port.  Penelusuran Satgas 115 di Pelabuhan General Santos, terdapat beberapa kapal yang menggunakan nama Indonesia berlabuh di General Santos, antara lain Tri Rezeki 09, Tri Rezeki 08, Makmur 10 dan Seagull 508.

“Modus penggunaan nama Indonesia oleh kapal asing sudah sering terjadi, temuan ini membuktikan praktik itu masih terus berlangsung,” jelas Menteri Susi.

Selain itu, lanjut Menteri Susi,  ditemukan juga bahwa beberapa kapal Filipina terdaftar di The Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), namun beroperasi di Indonesia. Hal ini antara lain ditemukan dari modus kapal angkut Louie 18 milik SAN ANDREAS FISHING IND INC yang berbasis di General Santos.

“Kapal ini telah diputus inkracht dengan putusan dirampas untuk negara. Dalam menjalankan aktivitasnya juga dibantu dengan beberapa kapal tangkap yang juga telah kita proses hukum,” tuturnya. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #susi-pudjiastuti 

Berita Terkait

IKLAN