Kamis, 15 November 2018 03:10 WIB
pmk

Kesehatan

Lepas Lelah dengan Gurame Sampireun

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Kesibukan yang padat membuat warga ibukota membutuhkan ruang untuk rileksasi dan melepas penat. Lokasi yang jauh dari kebisingan dan kepadatan kota menjadi destinasi liburan idaman. Berwisata ke arah puncak kini tidak perlu bermacet ria, di sekitar Ciawi – Gadog pun banyak wahana wisata hingga resto dengan pemandangan alam yang tidak kalah sejuk dan jarang terjamah kemacetan.

Saat memasuki restoran, pandangan langsung mengarah ke perbukitan yang menjadi latar. Deteran saung tradisional berada  di bawah ruang masuk utama. Setiap saung dilengkapi bantal duduk yang nyaman. Rumpun-rumpun bambu menghampar di sekitar saung. Di hari yang cerah, Gunung Gelis bisa terlihar dari saung-saung tersebut.

Udara segar, pemandangan yang memukai, taman-taman yang indah dapat kita  jumpai di Vamila Hills, villa & resort. Ditambah jarak tempuh yang dekat dari Jakarta, yaitu 30 menit dari Tol Cawang, menjadikan Vimala Hils semakin istimewa. Selain vila penginapan, belum lama ini telah dibuka resto dengan konsep alam yang menyajikan kreasi masakan Nusantara, ialah Bumi Sampireun.

Bumi sempireun adalah mini konsep dari Telaga Sampireun yang telah hadir di  banyak lokasi. Meski merupakan mini konsep, bumi sampireun tetap hadir dengan menu, standar kualitas, standar pelayanan, dan kebersihan yang sama dengan telaga sampireun. Konsep yang diusung lebih simpel dengan mengganti danau dengan kolam kecil, tetap dengan pemandangan alam dan cita rasa nusantara.

General Manager Sales Marketing Bumi Sampireun, Carnelisia Valia, mengatakan , masakan indonesia itu tidak membosankan. Makanan Indonesia dikenal memiliki cita rasa yang kaya akan bumbu.  Masyarkat  indonesia juga dinilai paling bisa menerima bumbu masakan dari tanah air. Tidak mengherankan masakan indonesia kerap tampil jadi makanan favorite dalam sebuah penilaian.

Berkaca dari hal itu, masakan indonesia menjadi suguhan utama di Bumi Samperiun. Aneka makanan nusantara dilengkapi dengan tempat yang otentik menjadi identitas Bumi Samperiun.  Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati semilir angin dari dataran tinggi. Oleh sebab itu, pemilihan bahan makanan juga menjadi perhatian. Valia juga mengatakan hanya bahan makanan segar yang digunakan disini.

Valia menjelaskan, selain sebagai rumah makan yang menyajikan makanan khas indonesia. Bumi Sampireun hadir dengan suasana dan design interior nuasana alam pedesaan yang sejuk dan asri sebagai ciri khasnya. Dan juga Bumi sampireun menyajikan konsep restoran yang ramah anak, karena dilengkapi dengan horse riding, taman dengan sangkar burung, aktivitas fish feeding, dan papan catur raksasa.

Menyantap kuliner Nusantara tidak hanya dengan sajian otentik. Beberapa kreasi masakan indonesia pun bisa tampil lebih kreatif tanpa menghilangkan identitas dan cita rasa lokalnya. Salah satunya hidangan Gurame Parahyangan yang merupakan kreasi resto Bumi Sampireun. Hidangan ini berawal dari kuliner sunda yang biasa menggunakan lalapan, atau sayuran mentah.

Valia mengatakan, bahwa ikan yang disajikan di Bumi Sampireun merupakan ikan segar berkualitas ekspor. Ikan dari penyuplai diendapkan dalam kolam air tawar yang ada di restoran sebelum dimasak. “kita diamkan dulu 1-2 hari. Ini biar bau lumpur pada dagingnya hilang,” jelasnya

Satu set hidangan ini terdiri dari ikan gurame goreng tepung yang dagingnya sudaah di-fillet, sambal Hijau, tauge, irisan jahe, kacang tanah goreng yang telah ditumbuk kasar, bawang merah dan putih cincang, irisan sambal muda, suun, cabai rawit, dan daun sawi segar. “Semua bahan mentah kecuali gurame, dan kacang, makanya masih segar,” ucap Valia, saat dikunjungi di restonya, Bogor.

Valia juga menambahkan, jika hidangan ini sepintas memang sangat dekat dengan Sunda, tetapi merupakan kreasi khas dapur resto tersebut. Cara memakannya unik, Anda bisa menyusun semua bahan untuk kemudian dilumuri sambal hijau sebelum digulung dengan sawi. “Seperti cara memakan ala korea,” ucapnya

Sediakan selembar sawi, taruh daging gurame, lalu masukkan kacang, tauge, irisan mangga muda, irisan jahe, suun, bawang putih dan merah, dan cabai rawit utuh. Kemudian lumurin dengan sambal hijau sebagai saus, dan gulung dengan sawi. Saat dilahap, gigitan pertama cukup mengenjutkan, segarnya mangga muda bertemu dengan irisan jahe. Gurihnya gurame pun dipadu pedas dari cabai hijau, begitu kaya rasa dari gurih, pedas, asam dan manis.

Satu set gurami Parahyangan ini dijual dengan harga Rp 129 ribu per porsi, cukup untuk satu-empat orang. Resto berada di dalam Vimala Hils, tepatnya Kampung Pabuaran, Megamendung, Ciawi, Bogor. Buka setiap hari mulai 10.00-22.00 WIB. (CR-3)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Menu Tradisional di Hotel Berbintang

makanmakan

Mereguk Khasnya Citarasa Teh Specialty

Jakarta Raya

Berinovasi dengan Cokelat

makanmakan

IKLAN