Rabu, 19 September 2018 06:39 WIB
pmk

Headline

Prabowo-Sandi Rangkul Tokoh Agama

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Walau tidak menjalankan hasil ijtima ulama yang digelar Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama beberapa waktu lalu, calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno akan menjadikan ulama sebagai penasehat tim pemenangan. Tak hanya ulama, Prabowo-Sandi akan memasukkan pendeta, pandita dan tokoh agama lainnya.

Sandi kepada wartawan membenarkan soal rencana bakal masuknya sejumlah ulama dan pendeta di tim pemenangan pilpres 2019. Namun sejauh ini ia belum tahu siapa saja ulama dan pendeta dimaksud.

"Kalau dari saya belum dapat informasi soal (nama ulama-pendeta) itu ya. Sampai saat ini belum," ujarnya menghadiri salat Idul Adha di kawasan Jatinegara, Jakarta, Rabu (20/8/2018).

Masuknya ulama dan pendeta dalam tim kampanye Prabowo-Sandi menurut dia, sebagai upaya untuk menampung masukan para pemuka agama, baik itu ulama, kyai, hingga pendeta. "Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat bergabung," tambah Sandi.

Terpisah, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno juga mengakui soal rencana menjadikan ulama dan pendeta sebagai penasehat tim.

"Memang bukan (usulan) kami (PAN). Tetapi kami sempat membahasnya. Saat itu informal. Dasar munculnya ide itu, karena saat ini kita kan menghadapi dua persoalan ya. Pertama, persoalan ekonomi. Kedua, soal ideologi dan agama,” Kata Eddy di kantor DPP PAN, Rabu (22/8/2018).

Dengan demikian, kata dia, dibutuhkan pendalaman mengenai isu-isu agama. Tujuannya tentu untuk mencegah agar bangsa ini tidak masuk dalam jurang perbedaan yang lebih dalam Iagi terkait masalah agama.  

Ia pun berharap di Pilpres ini rakyat tidak kembali terjebak pada persoalan politik identitas.

"Tidak perlu lah lagi kita berseteru memakai unsur SARA. Jangan sampai setelah Pemilu selesai,  benturan di masyarakat terus terjadi,  khususnya di media sosial," tegasnya. 

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menyebutkan,  ulama dan pendeta akan dimasukkan dalam struktur tim pemenangan.

Djoko Santoso menambahkan, soal ini masih terus dikaji, seingga ia belum berkenan mengumumkan siapa saja ulama dan pendeta yang masuk.

"Tugas kami mengkaji, lalu diusulkan ke Pak Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra), Pak Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Umum Demokrat), Pak Sohibul Iman (Ketum PKS), dan Pak Zulkifli Hasan (Ketum PKS),” katanya.

Apakah GNPF Ulama akan ikut dalam satgas ini? Djoko mengiyakan hal itu. "Ya tokoh agama. Ya ulama, ya ustadz, ya kiai, termasuk pendeta," ujarnya.

Saat ditanya soal masuk-tidaknya imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, Djoko enggan menjawabnya. Menurut dia, semua nama yang akan masuk timses masih dalam tahap pembahasan. "Saya tidak bersedia untuk mengumumkan. Karena nanti kalau terjadi perubahan kan nggak bagus," ujarnya.

Menyikapi hal ini,  Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Ma'rif mengapresiasi rencana itu. "Menurut saya itu baik sekali. Karena saat ini persoalan agama menjadi persoalan serius yang harus dibenahi untuk pemerintahan berikutnya," kata Slamet kepada INDOPOS di Jakarta, Rabu (22/8/2018).

Dia menyatakan, persoalan berbau SARA sudah sangat terasa sejak Pilkada DKI hingga memasuki Pemilu presiden 2019 ini.  "Masalah ini harus diselesaikan oleh seluruh anak bangsa, para pemuka agama,  khususnya ulama yang pastinya bisa memberikan masukan kepada para capres-cawapres sesuai keilmuannya bagaimana agar negeri ini selalu dinaungi oleh Allah SWT," tukasnya.  (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #prabowo-sandi #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN