Rabu, 19 September 2018 06:32 WIB
pmk

Lifestyle

Komunitas Krafbina, Tampung Ide ”Liar” Anak Muda

Redaktur:

KOMPAK-Anak-anak muda kreatif yang bergabung di Komunitas Krafbina. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Kreativitas bukan hanya sekadar menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasi. Tapi harus bisa dimanfaatkan untuk berpartisipasi dalam pasar kreatif.

Apalagi, pemerintah secara tegas mendukung ekonomi kreatif. Pelaku usahanya diharapkan anak muda. Sehingga bisnis yang dihasilkan bisa meningkatkan nilai jual produk.

Sadar adanya ”ledakan” kreativitas anak muda di Indonesia, Yayasan Kreatif Bangsa Indonesia (Krafbina) meluncurkan sebuah komunitas bernama sama, Krafbina. Ketua Krafbina Luwi Saluadji Purboningrat menjelaskan, komunitas ini sengaja didirikan oleh yayasan, dengan tujuan untuk membangun dan meningkatkan nilai jual hasil produk industri kreatif di Indonesia.

Menurutnya, komunitas penggiat industri kreatif mengimplementasikan kreativitas secara langsung. ''Pertama kita bikin acara. Acaranya kita sebut "Creative art, Fashion and Lifestyle" yang disingkat menjadi Craftstyle,'' kata Luwi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (20/8) lalu.

Komunitas ini diciptakan karena persaingan dalam industri kreatif semakin meningkat. Maka itu, lanjut dia, mereka membuka akses pelatihan agar anak muda memiliki kepercayaan lebih untuk memasarkan kreasi mereka.

''Krafbina mengedukasi masyarakat dengan orang-orang yang tepat di bidang industri kreatif,'' ujarnya. Pada 10-16 September, masyarakat dapat mengikuti acara pelatihan yang diadakan oleh Krafbina di Sleman, Jogjakarta. Berbagai macam kategori pelatihan diadakan.

Mulai dari kuliner, mode, budaya dan warisan budaya, film dan animasi, kelas kecantikan, dan fotografi. Untuk para pelatih dalam kategori mode, pihaknya bekerjasama dengan banyak ahli tata busana yang berada di Jogjakarta.

Luwi percaya, bahwa di Indonesia, tidak hanya masyarakat Jakarta saja yang memiliki kompetensi dan kemampuan dalam bidang industri kreatif. Maka dari itu diselenggarakanlah Craftstyle yang didukung oleh Pemerintah Daerah setempat, Pesona Indonesia, Bekraf, Kadin Indonesia, Pokja Fashion, dan Pokja Film & Kebudayaan.

Bahkan beberapa penggiat industri kreatif ternama juga turut berpartisipasi dalam acara ini. Seperti Marcella Zalianty, Darwis Triadi, dan Arie Tulang.

Menurutnya, implementasi industri kreatif secara langsung akan menciptakan individu-individu yang kreatif yang dapat dicontoh oleh orang sekitarnya. Efek domino inilah yang ingin dilihat oleh Luwi.

Sementara itu, aktris yang juga sutradara dan produser film Marcella Zalianty mengatakan, bahwa kolaborasi antara Krafbina dengan beberapa organisasi dan lembaga industri kreatif membuat ekosistem kekreatifan menjadi penting. ''Kalau kita berbicara tentang industri kreatif dalam bidang film dan budaya, semua saling berkaitan. Kolaborasi ini sangat penting,'' kata Marcella.

Menurutnya, dengan adanya komunitas ini, semua penggiat industri kreatif yang terdapat dalam komunitas tersebut dapat saling membantu satu sama lain. Selain itu, mereka juga dapat saling mendukung dan bekerja sama dengan beberapa penggiat industri kreatif yang belum memiliki kesempatan untuk unjuk diri di Jakarta.

Marcella juga mengatakan, komunitas ini bisa menjadi pintu yang membuka semua peluang di bidang industri kreatif. ”Industri kreatif sebenarnya tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga terjadi di pedesaan. Maka itu, para penggiat industri kreatif skala kecil dapat memiliki peluang menunjukkan produk mereka ke skala nasional,” ulasnya.

Misalnya, istri Ananda Mikola itu menambahkan, saat sedang mengambil adegan di salah satu kota di Indonesia. Mereka dapat menggunakan para aktor lokal di kota tersebut.

"Sudah dapat menggunakan aktor di kota atau daerah tersebut yang siap pakai. Yang sudah memiliki kualitas akting yang baik," kata Marcella. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #komunitas-krafbina #komunitas 

Berita Terkait

Mubes Bamus Betawi Ke-7 Deadlock

Jakarta Raya

BBPI Jadikan Sungai sebagai Destinasi Wisata

Jakarta Raya

IKLAN