Kamis, 15 November 2018 10:01 WIB
pmk

Nasional

Usai Dilanda Gempa, Mensos: Warga Lombok harus Bangkit

Redaktur:

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Foto: Nasuha/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Usai serangkaian gempa melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kesedihan yang mendalam. Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengajak warga Provinsi Nusa Tenggara Barat dan semua pihak untuk menggelorakan semangat "Lombok Bangkit dan Bangun Kembali".

"Kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, harus bangkit lagi," ujar Idrus Marham dalam keterangan tertulis Humas Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Ajakan Lombok Bangkit dan Bangun Kembali, menurut Idrus sebelumnya disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa.

Dikatakan Idrus, Wapres menekankan bahwa langkah pemerintah saat ini adalah memulai masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Pelaksanaan dilakukan kementerian dan lembaga terkait, sementara untuk monitoring dilaksanakan oleh Pemprov NTB.

"Untuk mendukung Lombok Bangkit dan Bangun Kembali, kami melakukan upaya pemulihan sosial meliputi pemberian bantuan pemulihan yakni santunan sosial, Jaminan Hidup (Jadup), PKH, dan bantuan stimulan lainnya serta layanan dukungan psikososial," tutur Mensos.

Pada kunjungannya ketiga, Mensos menyalurkan santunan ahli waris 556 korban meninggal dengan nilai total mencapai Rp.8,3 miliar. Penyerahan santunan dilakukan di Pengungsian Dusun Kekait, Kampung Bandung, Kecamatam Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

"Di sini ada 45 jiwa korban meninggal dan masing-masing mendapat santunan Rp15 juta," katanya.

Proses yang sama juga berlangsung di Kantor Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pendistribusian santunan untuk ahli waris koban meninggal dilakukan di tenda. Jumlah penerima santunan adalah 80 jiwa.

Mensos mengatakan selain santunan untuk ahli waris korban meninggal, Kementerian Sosial juga akan menyalurkan Jaminan Hidup atau Jadup selama tiga bulan yang besarnya adalah Rp900 ribu per jiwa per bulan. Jadup disalurkan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai, dan datanya telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati. (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #mensos-idrus-marham 

Berita Terkait

CBA Minta Pemerintah Tidak PHP Korban Gempa Lombok

Nasional

Gelar Acara Mewah, PHP Korban Gempa

Nasional

Kemensos Kehabisan Dana untuk Lombok

Headline

200 Unit Rumah Tahan Gempa Dibangun di Lombok

Nasional

Gerindra Pertanyakan Kelanjutan Bantuan Gempa Lombok

Nasional

IKLAN