Rabu, 21 November 2018 03:07 WIB
pmk

Nasional

DPR Prihatin Warga Protes Adzan Divonis 18 Bulan

Redaktur:

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Foto: DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, Meiliana divonis hukuman penjara selama 18 bulan karena memprotes volume suara azan. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ikut prihatin dengan kasus ini.

"Saya membaca kronologi dan merasa prihatin," ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (23/8/2018).

Fahri menyayangkan dialog yang dilakukan warga untuk menyelesaikan persoalan itu gagal. Sehingga, pada akhirnya harus ditempuh melalui jalur hukum. "Saya menyayangkan kenapa dialognya gagal," katanya.

"Seharusnya masalah antarkita selayaknya kita bicarakan baik-baik," imbuh Fahri.

Persoalan apakah Meiliana layak divonis 18 bulan dan dianggap menista agama, Fahri enggan secara tegas menjawab. Sebab, bagaimanapun hakim telah memiliki pertimbangan hukum dalam putusannya. "Mungkin begitu," tandasnya.

Meski demikian, Fahri berharap Meiliana akan terus menggunakan haknya untuk melakukan upaya hukum lainnya atas putusan tersebut. "Semoga hakim banding bisa diyakinkan dengan argumen baru," ujar Fahri.

Meiliana dianggap menistakan agama Islam karena memprotes volume suara azan yang menurutnya nilai terlalu keras. Ia divonis hukuman penjara selama 18 bulan. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fahri-hamzah #warga-protes-adzan #kasus-meiliana 

Berita Terkait

IKLAN