Kamis, 22 November 2018 01:33 WIB
pmk

Hukum

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Ketum PPP

Redaktur:

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan panggil Ketua Umum (Ketum) PPP, M Romahurmuziy sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo atas kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Pemanggilan terhadap Romy sapaan akrab Ketum PPP, merupakan pemanggilan yang kedua, yang sebelumnya di jadwalkan pada Senin (20/8/2018) tetapi yang bersangkutan tidak hadir pada pemanggilan pertama.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya berharap saksi bisa memenuhi panggilan tersebut karena kemarin (Senin) tidak bisa hadir dengan alasan ada kegiatan lain. "Jadi kami harap hari ini bisa hadir memenuhi panggilan KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Febri sebelumnya mengatakan, salah satu hal yang ingin digali adalah sejauh mana pengetahuan Romahurmuziy tentang orang-orang di dalam kepengurusan PPP atau pihak lainnya terkait kasus ini.

KPK juga akan mengonfirmasi hasil penggeledahan di salah satu rumah pengurus PPP di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam penggeledahan itu KPK menemukan uang senilai Rp 1,4 miliar dalam pecahan dollar Singapura dan menyita dokumen terkait permohonan anggaran daerah.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota Komisi XI DPR Fraksi Demokrat Amin Santono sebagai tersangka.

Amin ditangkap terkait penerimaan hadiah atau janji dalam usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atau APBN-P 2018.

Adapun, yang diduga menjadi perantara Direktur CV Iwan Binangkit Ahmad Ghaist dengan Amin adalah seorang pengusaha bernama Eka Kamaludin.

Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo sebagai tersangka. (cr-4)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #febri-diansyah #kasus-suap-dana-perimbangan #m-romahurmuziy 

Berita Terkait

IKLAN