Selasa, 25 September 2018 08:41 WIB
pmk

Nusantara

Penabrakan Pemotor di Solo, Polisi Periksa 9 Saksi

Redaktur:

mobil yang digunakan tersangka menabrak korban (istimewa)

INDOPOS.CO.ID -  Polresta Solo terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kasus penabrakan yang dilakukan IA, 40, terhadap Eko Prasetio, 28, hingga tewas. Sampai saat ini polisi sedikitnya sudah memeriksa 9 orang saksi, berikut pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Jumlah saksi ini tidak menutup kemungkinan akan bertambah, jika keterangan yang didapat saat pemeriksaan dianggap masih kurang. Untuk diketahui, saat kejadian, IA mengemudikan mobil Marcedes Benz berpelat nomor AD 888 QQ.  Sedangkan korbannya mengendarai motor Honda Beat Nopol AD 5435 OH.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Sutoyo menjelaskan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan diantara pihak dari pelaku, saksi mata dan juga warga yang ada di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini pemeriksaan intensif masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Sudah ada sembilan saksi yang kami periksa, ada yang dari pihak pelaku dan saksi lain. Tidak menutup kemungkinan jumlah saksi bisa bertambah," ungkapnya di Mapolresta Solo,  Kamis (23/8).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Sutoyo melanjutkan, didapati keterangan bahwa aksi brutal yang dilakukan oleh IA yang diketahui merupakan warga Jaten Karanganyar itu dilakukan secara spontanitas.

Tidak ada latar belakang lain yang mendasari aksi nekad IA hingga menabrak Eko hingga tewas saat melintas di jalan KS Tubun Manahan Solo, Rabu (22/8).

"Kalau unsur perencanaan tidak, karena ini dilakukan secara spontanitas saja. Pelaku yang tersulut emosinya mengejar korban dan sengaja menabraknya dari belakang," kata Sutoyo.

Selain memeriksa 9 saksi, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti. Seperti mobil milik pelaku yang digunakan menabrak Eko, sepeda motor korban, sendal milik korban, ponsel, dan beberapa barang bukti lainnya.

"Untuk tambahan data kami juga akan menggunakan rekaman CCTV yang ada di kawasan Pemuda Theater," pungkas Sutoyo.

Atas perbuatannya, IA dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun subsider 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian.  (apl/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kecelakaan 

Berita Terkait

Transjakarta Tabrak Jembatan Penyeberangan

Jakarta Raya

Busway Terguling di Gatsu

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Mesin Mati, Truk Elpiji Disambar Kereta

Nusantara

IKLAN