Jumat, 16 November 2018 08:38 WIB
pmk

Hukum

Ini Penjelasan Ketum PPP Usai Diperiksa KPK

Redaktur: Ali Rahman

Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/8/2018). Foto: Dhika Noor Alam/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah dengan tersangka mantan PNS di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Selama dua setengah jam Romahurmuziy diperiksa penyidik KPK, dari pukul 14.15 WIB hingga pukul 15.45 WIB. Sebanyak 16 butir pernyatannya yang ditanyakan penyidik kepadanya mengenai perkara dan tugas pokok kepengurusan DPP PPP.

"Hari ini hadir atas inisiatif sendiri, untuk menyampaikan keterangan sebagai saksi, atas salah satu kasus suap yang menerima salah satu penyelenggara negara. Biarlah nanti yang mau ditanya, Jubir KPK yang menyampaikan," ujar Rommy, usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).

Selain itu, penyidik mendalami, soal peran Wakil Bendahara Umum PPP, Romahurmuziy mengakui ditanya soal temuan uang sebanyak Rp 1,4 miliar Bendahara Umum PPP Puji Suhartono. Saat melakukan penggeledahan terkait kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBNP Perubahan Tahun Anggaran 2018.

"Ya, saya ditanya soal penyitaan uang disalah satu rumah fungsionaris PPP dan saya memang tidak tahu. Karena yang bersangkutan menjalankan bisnis yang diluar pengurusan partai," terang dia.

Rommy kerapnya disapa menuturkan, pemeriksaan tersebut perihal tugas pokok, dan fungsi yang bersangkutan di partai berlambang ka'bah tersebut. Kemudian apakah ada hal-hal diluar perintah keorganisasian partai yang pernah disampaikan oleh yang bersangkutan.

"Lebih kepada tentang menanyakan kepengurusan PPP, bagaimana rekrutmen keanggotaan pengrus di DPP PPP. Bagaimana fungsionaris itu menjadi fungsionaris di DPP lebih kepada itu," tutur Rommy. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ketua-umum-ppp #muhammad-romahurmuziy #kasus-dugaan-suap-dana-perimbangan-keuangan-daerah #kpk-ri 

Berita Terkait

IKLAN