Selasa, 11 Desember 2018 12:24 WIB

Nasional

10 Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran Hutan Kalimatan Barat

Redaktur: Ali Rahman

Wilayah Kalimantan Barat terkena kabut asap akibat kebakaran hutan. Foto: BNPB untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan masih melanda Pontianak, Kalimantan Barat. Tim satgas terpadu terus memadamkan api. BNPB mengerahkan 10 helikopter untuk patroli dan water bombing.

BNPB dan BPPT juga terus melakukan hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca menggunakan pesawat Casa 212-200 TNI AU. 

Lima ton bahan semai Natrium Clorida (CaCl) ditaburkan ke dalam awan-awan potensial di angkasa. Karena beberapa hari turun hujan, meski tidak merata. Namun mengurangi jumlah kebakaran yang ada.

Dampak kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak telah menyebabkan kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat (PM10) terukur 166 mikro gram per meter kubik atau kategori tidak sehat.

"Sebanyak empat orang meninggal dunia. Korban meninggal akibat terpapar asap dan api saat lahan di sekitarnya terbakar," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Sutopo mengemukakan, banyaknya titik panas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat ini karena kebiasaan masyarakat membakar lahan sebelum membuka lahan.

"Secara keseluruhan terdapat 1.231 titik panas di Indonesia pada hari ini. Daerah lainnya jumlah hotspot tidak terlalu banyak," ungkap Sutopo.

Upaya pemadaman terus dilakukan tim satgas terpadu di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Dihimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Lakukan pencegahan dan tingkatkan patroli. Apalagi di lahan gambut, jika sudah terbakar sulit dipadamkan," tukas Sutopo. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bnpb #sutopo-purwo-nugroho #kebakaran-hutan #kalimantan-barat 

Berita Terkait

IKLAN