Sabtu, 17 November 2018 02:28 WIB
pmk

Nusantara

Pengunjung Antusias "Jajal" Senjata Bikinan Pindad di Malang

Redaktur: Ali Rahman

Ketua TP PKK, Jajuk Rendra Kresna action dengan senjata buatan PT Pindad Persero. Foto: Tika Hapsari/jpc)

INDOPOS.CO.ID - Seorang bocah berusia 6 tahun bernama Neymar Muhammad terlihat antusias melihat satu demi satu senjata buatan PT Pindad Indonesia. Berbagai dummy atau replika jenis senjata mulai dari laras panjang dan pistol dipamerkan di stand Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang ada di Expo Pembangunan Kabupaten Malang.

Tanpa takut, bocah aktif itu memegang dummy senjata itu. Sebagai informasi, dummy adalah senjata asli namun tidak dilengkapi dengan obat untuk amunisi dan peluru.

Tidak hanya aktif memegang aneka senjata yang dipajang, Neymar yang yang didampingi ibunya, Sutina, itu juga antusias untuk meminta foto bersama.

"Sekalian belajar soal senjata, karena anaknya ini ingin jadi tentara," kata Sutina di stand Disnaker di Malang Jawa Timur, Kamis (23/8/2018).

Lain lagi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Jajuk Rendra Kresna. Dia tampak mencoba beberapa senjata yang dipamerkan di stand itu. Namun, alih-alih garang, perempuan yang dikenal supel itu justru menampilkan gaya yang terlihat feminim. "Ini gaya feminim, makanya saya pilih pistol kecil," katanya dengan senyum merekah.

Luthfi, salah satu person in charge dalam pameran senjata itu menjelaskan, pihaknya memang sengaja membawa beberapa contoh produk yang mereka buat di pabrik yang berada di Turen, Kabupaten Malang. "Kami ingin mengenalkan beberapa produk buatan Pindad," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, menjelaskan, di stand Disnaker ini pihaknya menggandeng empat perusahaan besar di Kabupaten Malang.

Yakni, PT Greenfields lndonesia, PT Pindad Persero, PG Krebet dan PTPN XII. Masing-masing perusahaan menyediakan produk unggulan masing-masing.

Bahkan, juga ditampilkan UMKM binaan Disnaker Kabupaten Malang dan mitra mereka. UMKM produsen snack yang diberi nama Super Heru ini banyak diserbu pengunjung expo. "Ada produk murah yang dijual di stand ini. Gula dan susu, semuanya di bawah standar dari harga pasar," katanya lagi.

Sekadar informasi, Expo Pembangunan Kabupaten Malang ini digelar sejak Kamis (23/8/2018) hingga Minggu (26/8/2018) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Ada lebih dari 80 stand dari instansi di Kabupaten Malang berpartisipasi di sini. Lebih dari 200 pedagang asongan juga digandeng dalam kegiatan ini. (tik/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-pindad-indonesia #malang-jawa-timur #expo-pembangunan-kabupaten-malang #tim-penggerak-pkk-kabupaten-malang #jajuk-rendra-kresna 

Berita Terkait

IKLAN