Senin, 24 September 2018 02:56 WIB
pmk

Nusantara

Polisi Periksa Lima Tersangka Kasus Suap DAK Disdik di Aceh Barat

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Polisi telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus suap Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan (DAK Disdik) di Aceh Barat. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Selasa (21/8/2018) lalu, polisi menangkap dua orang yang terdiri dari pegawai honorer dan seorang kepala sekolah dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp 150 juta.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan lima orang yang ditangkap masih terus menjalani penyidikan. "Ini kami masih bekerja. Nanti saja jika telah lengkap baru gelar konferensi pers,” kata Bobby di Mapolres Aceh Barat, Kamis (23/8/2018).

Menyusul OTT tersebut, polisi menggeledah kantor Disidik Aceh Barat. Dari penggeledahan itu, polisi menyita sejumlah berkas kegiatan proyek DAK . Jumlah tersangka juga meningkat, dari dua orang saat dilakukan OTT, lantas berkembang menjadi lima orang.

Lima orang tersebut, terdiri dari Kepsek, kepala bidang, honorer, dan kontraktor pelaksana. Seluruhnya masih menjalani pemeriksaan intensif tim penyidik Polres Aceh Barat.

Sayangnya, polisi masih irit bicara terkait kasus ini. ”Sabar. Saya belum bisa kasih komentar. Pak Kapolres mau gelar kasus ini, Kamis (23/8).” kata Kabag Ops Polres Aceh Barat Kompol Pradana Aditya Nugraha.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat H. Ramli MS mengaku kaget saat mendengar ada sejumlah oknum pejabat Disdik ditangkap dalam OTT tim Tipikor. “Setelah dapat info, langsung saya hubungi Kepsek SD bersangkutan. Ia mengaku hanya salah tangkap, karena tidak bermaksud yang menyerahkan uang,” jawabnya.

Hasil keterangan dari kepala sekolah tersebut, Ramli MS menyatakan OTT berkaitan dengan dugaan pengutipan uang terhadap kepala sekolah dasar. "Infonya itu ongkos bikin RAB penggunaan dana BOS, nilainya Rp 1 juta per SD," jelasnya.

Hasil klarifikasi sejumlah Kepsek, sambung Ramli MS, banyak dari mereka yang tidak mampu membikin RAB. "Tapi kalau sekolah yang mampu bikin sendiri, mereka membuatnya sendiri, tanpa melibatkan jasa orang lain. Yang jelas, kalau memang itu pungli, mereka memang harus dihukum. Saya juga segera mencopot pejabat yang terlibat dalam kasus itu," pungkasnya. (den/mai/ind/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-suap-dana-alokasi-khusus #disdik-aceh-barat #polres-aceh-barat #akbp-raden-bobby-aria-prakasa 

Berita Terkait

IKLAN