Rabu, 19 September 2018 02:19 WIB
pmk

Hukum

Kejagung Terancam Digugat Praperadilan soal Laporan Pengalihan Spektrum L-Band Satelit Garuda

Redaktur: Ali Rahman

Koordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman (tengah). Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta segera menindaklanjuti laporan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) soal dugaan korupsi pengalihan Spektrum L-Band Satelit Garuda Orbit 123 Bujur Timur oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) kepada Inmarsat senilai USD 15 juta.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman telah memberikan batas waktu kepada korps adhyaksa untuk segera menindaklanjuti laporannya itu. "Kalau dalam 3 minggu belum ada respon, nanti kami tanya soal perkembangan penanganan perkara itu ke Kejagung. Karena biasanya paling lama 3 minggu baru direspon," ujar Boyamin saat dihubungi INDOPOS, Kamis (23/8/2018).

Namun apabila dalam perkembangan penanganan perkara masih belum jelas, ia pun mengancam akan menempuh langkah hukum lain dengan mengajukan gugatan praperadilan. "Kalau memang tidak ada respon juga kita akan mengajukan praperadilan," tegasnya.

LSM MAKI pernah melaporkan dugaan korupsi pengalihan Spektrum L-Band Satelit Garuda Orbit 123 Bujur Timur oleh PT PSN kepada Inmarsat ke Kejagung, Rabu (15/8/2018). Namun sampai sekarang, laporannya itu belum mendapatkan respon dari lembaga penegak hukum itu tanpa alasan yang jelas.

Dugaan korupsi ini bermula pada 2000, saat pemerintah RI memberikan Hak Penggunaan orbit 123 Bujur Timur Indonesia kepada PT PSN. Hak Orbit 123BT milik Indonesia diberikan penggunaannya kepada PT PSN yang merupakan perusahaan swasta untuk meluncurkan satelit Garuda pada tahun 2000 dalam konsorsium ACeS (Asian Cellular Satellite) bersama PLDT Filipina dan Jasmine Telecommunication Thailand.

Padahal, jelas Boyamin, hak Spektrum L-Band dan hak Orbit 123BT adalah milik pemerintah Indonesia, sehingga PSN hanya diberikan hak penggunaan, bukan hak kepemilikan dan hak tersebut tidak dapat dialihkan ke operator lain. "Apalagi ke operator asing," jelasnya.

Sebelum diluncurkan, berbagai masalah menerpa satelit Garuda. Krisis moneter yang menimpa Asia saat itu menyebabkan PLDT dan Jasmine keluar dari konsorsium ACeS sehingga PSN sendiri menjalankan Garuda.

"Satelit mengalami masalah pada saat peluncuran sehingga tidak dapat operasional penuh sesuai rencana. Satelit Garuda hanya mengandalkan layanan komunikasi suara yang bisa digunakan di seluruh Asia," ungkap Boyamin.

Saat bersamaan, munculnya teknologi GSM dengan kemampuan roaming antar negara menghilangkan kebutuhan atas layanan ACeS. Pergeseran komunikasi dari komunikasi suara menuju komunikasi data juga memojokkan ACeS karena satelit Garuda tidak mampu melakukan komunikasi data. Akibat merugi maka PLDT Filipina dan Jasmine Telecommunication Thailand mengundurkan diri.

"Bahwa akibat merugi, PSN diduga mengalihkan Spektrum L-Band dan Slot 123BT milik Indonesia kepada Inmarsat secara Ilegal. Untuk menutupi kerugiannya, PSN diduga secara illegal dan tanpa ijin pemerintah NKRI mengalihkannya konten spectrum L-Band ke perusahaan Inggris Inmarsat sejak tahun 2006 hingga 2015," paparnya.

Meskipun pengalihan ilegal 123BT dari PSN ke Inmarsat bisa disamarkan di Indonesia, Inmarsat sebagai perusahaan publik harus menjelaskannya secara transparan.

"Bahwa hasil Pembayaran USD 15 Juta untuk pengalihan Spektrum Indonesia sebagai unsur kerugian negara. Dalam jawaban ke SEC, Inmarsat mengakui telah membayar ACeS (PSN) sebesar USD 15 juta untuk beberapa aset, terutama spektrum ACeS untuk digunakan di satelit Inmarsat selama satelit Garuda operasional maupun setelah satelit Garuda tidak lagi operasional," jelas Boyamin.

Saat dikonfirmasi, Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono belum merespon laporan dugaan korupsi tersebut. Apakah dugaan korupsi itu akan ditindaklanjuti oleh pihaknya ke penyelidikan maupun ke penyidikan, ia juga belum memberikan kepastian. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boyamin-saiman #masyarakat-anti-korupsi-indonesia #korupsi-pengalihan-spektrum-l-band-satelit-garuda-orbit-123-bujur-timur #pt-pasifik-satelit-nusantara-psn 

Berita Terkait

IKLAN