Kamis, 20 September 2018 02:14 WIB
pmk

Nasional

Perintah Tenggelamkan Kapal Mulai Hitungan Kelima

Redaktur:

PERKASA - Meteri Susi memimpin aksi pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan.

Hari menjelang siang, ketika sang fajar pagi mulai menyingsing, terlihat langkah tegap seorang wanita paruhbaya di pelabuhan perikanan Bitung. Menggunakan Kacamata hitam, kaos lengan panjang dipadu padankan dengan celana kulot warna senada dengan kacamata, mengisyaratkan wanita tersebut adalah pemberani.

Nelly Marinda, JAKARTA

INDOPOS.CO.ID - Senin (20/8/2018) lalu, suasana pelabuhan tak seperti biasanya yang dipenuhi nelayan dan ikan. Sekitar pukul 11.00 WITA, justru pelabuhan penuh sesak oleh orang yang jarang terlihat di sana dan pejabat negeri ini.

Dari puluhan orang yang bergerombol di pelabuhan, tampak satu orang yang terlihat berbeda. Dialah Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan. Satu-satunya wanita yang memiliki langkah tegap dikelilingi pria pria berbaju abu loreng menuju Kapal Polisi (KP) Bisma. Ternyata kapal itu kapal terbesar milik kepolisian yang digunakan dalam momentum penenggelaman 125 unit kapal, yang sedianya dilakukan serentak di 11 titik Wilayah perairan Indonesia.

Tak lama berselang Susi naik ke kapal, kapal bertolak menuju laut dalam ke titik dimana 5 dari 125 kapal ditenggelamkan. Meski jarum jam baru menunjukkan pukul 11.15, WITA akan tetapi sengatan matahari terlihat begitu terik. Namun, raut wajah sang komandan, Susi sebagai Komandan Satgas 115, terlihat sangat bersemangat dan tak menghiraukan paparan matahari yang bisa membakar kulit mulusnya. Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kapal pun tiba pada titik yang ditentukan.

Masih berdiri dengan penuh semangat di geladak kapal, Susi mulai bersiap memberikan Komando lewat sambungan telepon genggamnya untuk menenggelamkan kapal. Mulai hitungan Lima, empat, tiga, Dua, satu lalu diakhiri dengan teriakan tenggelamkan, secara serentak di beberapa titik ditenggelamkan. Dengan mata yang sangar, Susi terus memelototi kapal di hadapannya hingga tenggelam. Butuh waktu 40-60 menit menunggu kapal tenggelam. Ada yang sudah sepenuhnya tenggelam, ada juga yang masih separuh badan kapal. Sampai Susi masuk ke dalam kapal untuk berteduh di salah satu ruang kapal agak terbuka. Sambil membuka topi yang dikenakan, mengusap keringat yang menetes di kening, perlahan Susi menghampiri kursi yang ada.

Begitu duduk, kopi dan rokok yang tak mungkin lepas dari Susi, sudah tersedia di meja. Setelah beberapa kali menyeruput kopi dan tarikan rokoknya, Susi masuk dalam satu ruangan yang lebih sejuk. Terlihat beberapa pejabat dari Satgas 115, Wakasal dan pejabat lainnya bergabung di dalam.

“Saya mengingatkan Bitung, yang dulu merupakan satellite home base illegal unreported and regulated-nya negara lain,” tegasnya. Ia merindukan Bitung bersih dari kapal pencuri ikan.

Setelah lebih Dua jam ditengah laut, Susi juga sempat memimpin rapat dan memberikan beberapa arahan ke Pemerintah daerah dan aparat yang turut dalam penenggelaman kali ini. Sekitar pukul 14.00 WITA, kapal kembali ke dermaga. Kali ini tidak ke pelabuhan Bitung, tapi ke dermaga TNI AL, di Bitung. Tuntas sudah misi tenggelamkan kapal ala Susi. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

IKLAN