Rabu, 26 September 2018 02:18 WIB
pmk

Megapolitan

Enam Sungai Tercemar Limbah

Redaktur:

KOTOR-Kali Bekasi yang mengaliri aliran wilayah Babelan Kabupaten Bekasi tercemar limbah industri. Foto: Denny Iskandar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Enam sungai di wilayah Kabupaten Bekasi, tercemar limbah industri. Kini, masyarakat setempat harus mengandalkan sumur artesis. Saat ini, sejumlah lahan pertanian dan tambak milik nelayan menjadi sasaran pencemaran limbah berbahaya tersebut. 

Adapun enam sungai (kali) yang tercemar limbah indyustri, Kali Cikedokan, Kali Ciherang, Kali Cikarang, Kali Bekasi, Kali Balacan, Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mengidentifikasi industri pembuang limbah tersebut.

"Saat ini kami bentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengamankan, mengendalikan, serta memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Kabupaten Bekasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Jaohrul Alam, Kamis (23/8) kemarin.

Sedang, Satgas yang dibentuk kata Jaohrul lebih dulu untuk mengawasi daerah aliran Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan Sungai Cipamingkis. Sejauh ini, kata dia, pencemaran limbah ini berdasarkan informasi yang diterima dari warga. Dan itu terbukti ketika keberadaan ikan di dalam sungai sudah tidak terlihat lagi di permukaan sungai. 

"Ikan yang selama ini hidup di seluruh sungai itu sudah tidak terlihat lagi. Dan yang paling disesalkan masyarakat setempat sudah tidak bisa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan rumah tangga. Karena pencemaran ini sudah sangat mengkhawatirkan," paparnya.

Jaohrul menjelaskan, semua sungai ini bermuara ke Bekasi bagian Utara. Dimana lokasi itu terkenal sebagai urat nadi pertanian di Kabupaten Bekasi. Bahkan, dia mengakui, pencemaran sudah pada tingkat yang sangat berbahaya. Apalagi, banyak lahan pertanian dan tambak milik nelayan menjadi sasaran pencemaran. "Hasil pertanian di wilayah utara yang selama ini menggunakan air sungai yang tercemar telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas. Belum lagi kerugian petani tambak yang ikannya mati menggunakan air  tercemar limbah," ujarnya.

Atas pencemaran itu, masyarakat sekitar sudah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Alhasil, banyak masyarakat yang menggali sumur baik itu artesis maupun sumur pompa, airnya tidak akan bagus. Sebab, airnya sudah berbau, berminyak, dan warnanya keruh dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Dengan begitu, kata Jaohrul, tindak lanjut Satgas tinggal menunggu disahkan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. Namun secara garis besar Satgas akan berupaya untuk mengendalikan pencemaran di sungai dengan mengurangi dan melarang limbah air serta tinja masuk ke sungai dan melarang warga membuang sampah ke sungai.

"Kalau ada yang terbukti melakukan pencemaran ke sungai tentunya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada karena Satgas ini juga melibatkan Kepolisian dan TNI. Artinya, mulai sekarang pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan sungai dengan menerapkan disiplin kepada masyarakat maupun pelaku industri," kata Jaohrul.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto mengatakan selain melibatkan aparat kepolisian dan TNI, pihaknya juga menggandeng pelaku usaha industri dan juga masyarakat karena besarnya peranan keduanya. "Semua pihak harus berperan menjaga aliran sungai diwilayahnya," katanya.

Dodi mencontohkan, seperti pengoptimalan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pelaku industri untuk penanaman pohon di bantaran sungai dan kesadaran perusahaan untuk tidak membuang limbah di sungai, sementara masyarakat sekitar aliran sungai akan dilibatkan dalam program eco village dengan membentuk bank sampah. "Jadi nanti di lokasi tempat pembuangan sampah liar akan disimpan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang akan dijadikan Bank Sampah, agar masyarakat membuang sampah ke sana dan tidak membuangnya ke sungai," ujarnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti menegaskan, pembentukan wacana Satgas tersebut jangan hanya menjadi wacana saja. Namun, keberadaanya harus bisa bekerja merubah kondisi sungai di Bekasi menjadi normal kembali."Bila perlu pembuang limbah sembarangan dipidanakan agar tidak mengulangi perbuatanya," ujarnya.

Jejen menilai, kondisi air sungai di Kabupaten Bekasi sudah sangat mengkhatirkan, karena kondisi tercemar dan tidak bisa dikomsumsi oleh masyarakat. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun silam. Untuk itu, pemerintah harus tegas dan mengembalikan fungsi sungai dan menjaga lingkungan diwilayahnya dengan berbagai terobosan. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #enam-sungai-tercemar-limbah #bekasi 

Berita Terkait

Sungai Parigi Tercemar Limbah

Megapolitan

Kaum Muda Bekasi Minat Buka Usaha

Megapolitan

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan 10 Bocah di Bekasi

Megapolitan

Puluhan Rumah di Bekasi Tersapu Puting Beliung

Megapolitan

Dua Perampok Sadis di Bekasi Ditembak Polisi

Megapolitan

IKLAN