Senin, 24 September 2018 06:40 WIB
pmk

Hukum

Idrus Marham Dijanjikan USD 1,5 juta dari Proyek PLTU Riau-1

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Juru Bicara KPK Febri DIansyah pada konfrensi pers pengembangan penanganan perkara, mengenai proyek PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Jumat (24/8/2018). Foto: Dhika Noor Alam/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan informasi tentang pengembangan penanganan perkara, mengenai hadiah atau janji kasus PLTU Riau-1. Dalam proses penyidik KPK ini, total tersangka ada tiga, termasuk Idrus Marham.

KPK menemukan fakta baru, dan bukti permulaan yang cukup berupa keterangan saksi, surat dan petunjuk sehingga dilakukan penyidikan baru, pada Selasa (21/8/2018).

"Tersangka Idrus Marham diduga bersama-sama dengan tersangka Eni Maulani Saragih diduga telah menerima hadiah, janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited (BNR)," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Basaria menjelaskan, bahwa Idrus Marham mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaam uang oleh Eni Maulani Saragih dari Johanes Budisutrisno Kotjo. "Diduga Eni menerima uang Rp 4 miliar sekitar Novemver 2017, dan Maret 2018 menerima Rp 2,25 miliar," jelas Basaria.

Dalam kasus ini Idrus Marham diduga mendorong agar proses penandatanganganan dalam proyek PLTU Riau-1. "Idrus Marham diduga menerima janji unuk mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni sebesar USD 1,5 juta dari Johanes Budisutrisno Kotjo apabila proyek tersebut berhasil dijalankannya," tukas Basaria. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #kpk-ri #basaria-panjaitan 

Berita Terkait

IKLAN