Sabtu, 17 November 2018 10:31 WIB
pmk

Hukum

Mundur karena Tersangkut Korupsi, Golkar: Idrus Ksatria dan Gentlemen

Redaktur: Ali Rahman

Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebut sosok Idrus Marham gentlemen dan ksatria lantaran mengundurkan diri dari Menteri Sosial usai diketahui terjerat korupsi.

"(Idrus, red) Beliau mengakui dalam posisi yang tidak menguntungkan dan menjalani proses hukum yang perlu konsentrasi," ujar Doli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Doli menilai, sikap yang dilakukan koleganya itu menunjukkan kepentingan negara di atas segalanya, terutama agar tidak menjadi beban pemerintahan Presiden Jokowi dan Partai Golkar.

Terlebih partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu komitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi dan Golkar Bersih. "Pak Idrus mengikhlaskan diri untuk mundur," kata Doli.

Ketua DPP KNPI 2008-2011 itu menuturkan, langkah yang diambil Idrus patut dijadikan contoh yang baik dan preseden positif bagi pejabat publik. Terlepas dari apapun hasil dari proses hukum yang nanti akan dijalani, Doli tetap mengapresiasi langkah Idrus itu.

"Bagi Partai Golkar, sikap pak Idrus itu juga sekaligus mewakili sikap Golkar periode ini yang sangat kuat commitmentnya menuju Golkar Bersih," pungkasnya.

Diketahui, Idrus dijanjikan uang senilai USD 1,5 juta oleh Johanes Budisutrisno Kotjo pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited (BNR) dalam proyek PLTU Riau-1.

Dalam kasus ini Idrus juga diduga mendorong agar proses penandatanganganan dalam proyek PLTU Riau-1. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #ahmad-doli-kurnia 

Berita Terkait

IKLAN